Lensox – 26 April 2026 | Iga Świątek, petenis ternama dunia yang menempati peringkat keempat, harus menyerah di tengah duel sengit melawan Ann Li pada putaran ketiga Mutua Madrid Open 2026. Keputusan mengundurkan diri di set ketiga menimbulkan keprihatinan luas, mengingat performa gemilangnya di turnamen sebelumnya dan ekspektasi menjadi juara.
Rincian Pertandingan dan Kejadian Medis
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Set pertama berakhir tipis dengan kemenangan Ann Li 7-6 (7-4) setelah tie‑break menegangkan. Iga Świątek berusaha bangkit di set kedua, menurunkan level kesalahan tidak pakai pakai dan berhasil mengamankan 6-2, mengembalikan keseimbangan skor menjadi 1-1.
Namun, pada awal set ketiga, Ann Li mendominasi dengan 3-0. Pada poin ke‑12, Iga meminta jeda medis, menyatakan rasa tidak enak badan, bukan keluhan otot. Tim medis memeriksa suhu tubuh dan kondisi umum, lalu memberi tablet penenang ringan. Setelah kembali ke lapangan, Iga hanya mampu menayangkan satu game dan dua pukulan sebelum memutuskan mengakhiri pertandingan dengan skor 0-3 di set ketiga.
Penyebab Krecz dan Sejarah Serupa
Masalah kesehatan yang menyerang Iga tampaknya bersifat sementara, namun menimbulkan pertanyaan tentang penyebab pastinya. Pada turnamen sebelumnya, ia pernah mengalami situasi serupa pada Mei 2023 di Roma, di mana ia menurunkan diri di set ketiga melawan Jelana Rybakina karena keluhan serupa. Kedua insiden menunjukkan bahwa Iga dapat menghadapi kondisi fisik yang tak terduga, meskipun tidak terkait cedera otot.
Berikut beberapa poin penting terkait insiden ini:
- Set pertama: Ann Li menang 7-6 (7-4) setelah tie‑break.
- Set kedua: Iga Świątek kembali unggul 6-2, mengurangi kesalahan tidak pakai pakai.
- Set ketiga: Iga meminta jeda medis pada 0-2, kembali bermain satu game, lalu menyerah pada 0-3.
- Ini merupakan krecz pertama Iga sejak Mei 2023.
- Tim medis menilai tidak ada cedera otot, melainkan gejala malaise umum.
Dampak pada Jadwal Turnamen dan Prospek Mendatang
Kehilangan Iga Świątek di Madrid membuka peluang bagi Ann Li, yang kini melaju ke putaran berikutnya. Bagi Iga, keputusan mundur berarti kehilangan potensi 1000 poin peringkat WTA serta hadiah uang lebih dari satu juta euro. Lebih penting, kondisi kesehatan menjadi sorotan menjelang turnamen besar berikutnya, terutama WTA 1000 di Roma, di mana Iga pernah meraih tiga gelar (2021, 2022, 2024).
Para pelatih dan analis menilai bahwa istirahat dan penanganan medis yang tepat akan menjadi kunci bagi Iga untuk kembali ke performa puncak. Mengingat catatan rekornya yang konsisten, terutama di tanah liat, harapan masih tinggi bahwa ia akan kembali kuat di musim selanjutnya.
Secara keseluruhan, insiden ini menegaskan betapa pentingnya aspek kebugaran dalam tenis profesional. Meskipun Iga Świątek dikenal dengan daya tahan fisik luar biasa, faktor kesehatan tak dapat diabaikan, terutama dalam jadwal turnamen yang padat.
Penggemar dan pihak media di seluruh dunia menantikan pembaruan resmi mengenai kondisi Iga, serta langkah-langkah yang akan diambil timnya menjelang kompetisi berikutnya. Semoga pemulihan cepat dan Iga kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional.






