Beranda / Sepakbola / Bryan Mbeumo: Dari Puncak Kejayaan Hingga Kebuntuan, Akankah Manchester United Terancam?

Bryan Mbeumo: Dari Puncak Kejayaan Hingga Kebuntuan, Akankah Manchester United Terancam?

Bryan Mbeumo: Dari Puncak Kejayaan Hingga Kebuntuan, Akankah Manchester United Terancam?

Lensox – 26 April 2026 | Ketika Bryan Mbeumo menandatangani kontrak seharga £71 juta bersama Manchester United pada musim panas 2025, harapan besar mengiringi kedatangannya. Pemain asal Kamerun itu memulai karier di Old Trafford dengan semburan gol dan aksi yang menghidupkan kembali semangat serangan Red Devils. Namun, enam bulan belakangan ini, Mbeumo terperangkap dalam kebuntuan yang mengkhawatirkan, memicu perdebatan sengit di antara para penggemar dan pengamat sepakbola tentang nilai investasinya.

Awal Gemilang Mbeumo di Old Trafford

Berbekal 20 gol di Liga Premier bersama Brentford pada musim 2024/25, Mbeumo tiba dengan reputasi sebagai striker yang konsisten. Dalam empat bulan pertama, ia mencetak enam gol, termasuk gol penting pada kemenangan United di Anfield pertama dalam sepuluh musim dan dua gol beruntun melawan Brighton yang menandai tiga kemenangan liga beruntun pertama klub dalam lebih dari setahun. Penampilan tersebut membuatnya dipuji sebagai “mesin kerja” oleh pelatih saat itu, Ruben Amorim, yang menempatkan Mbeumo sebagai titik fokus serangan, mampu memanfaatkan umpan panjang maupun melakukan lari di belakang pertahanan lawan.

Baca juga:

Keberhasilan awal tersebut juga tercermin dalam statistik individu:

  • 9 gol di Liga Premier hingga April 2026 (pencetak gol terbanyak United musim ini)
  • 3 assist, termasuk umpan krusial untuk Benjamin Sesko
  • Rata‑rata 2,4 tembakan per pertandingan pada lima pertandingan pertama

Prestasi ini menempatkan Mbeumo sebagai kandidat kuat untuk menjadi rekrutan terbaik musim panas, melampaui ekspektasi banyak pihak.

Kemerosotan dan Faktor Penyebab

Sejak mencetak gol melawan Tottenham pada 7 Februari, Mbeumo tidak lagi menemukan gawang lawan. Selama delapan pertandingan terakhir, ia gagal mencetak satu gol, dengan tujuh di antaranya dimulai sebagai starter. Selain itu, ia tidak memberikan assist dalam enam penampilan terakhir. Penurunan performa ini tidak hanya terlihat pada statistik akhir, tetapi juga pada kualitas kontribusi di lapangan. Contohnya, pada kekalahan 2-1 melawan Newcastle, Mbeumo melepas tembakan tinggi yang meleset ke mistar gawang dalam satu-satunya peluangnya. Pada pertandingan imbang 2-2 melawan Bournemouth, ia tidak mencatat satu tembakan ke gawang sama sekali.

Baca juga:

Beberapa faktor dapat menjelaskan kemerosotan ini:

  • Perubahan taktik: Setelah pemecatan Amorim dan penunjukan Michael Carrick, Mbeumo dipindahkan dari posisi striker tengah ke sayap kanan, posisi yang kurang cocok dengan gaya permainan yang mengandalkan penetrasi melalui ruang kosong.
  • Kompetisi internal: Keberhasilan Amad Diallo sebagai sayap kanan dan kebangkitan Benjamin Sesko sebagai pencetak gol menurunkan peran utama Mbeumo di lini serang.
  • Kurangnya ritme setelah Piala Afrika: Absennya Mbeumo selama turnamen internasional memutus kontinuitasnya, sementara ia harus menyesuaikan diri kembali dengan sistem baru di bawah Carrick.

Situasi ini menjadi semakin menekan menjelang pertandingan melawan Brentford, klub asal Mbeumo. Selain tekanan untuk membuktikan diri, ia harus bersaing dengan rekrutan lain seperti Senne Lammens, bek kiper yang datang dari Royal Antwerp dengan biaya £18 juta dan sudah menunjukkan nilai tinggi bagi klub. Keberhasilan Lammens menambah sorotan pada efektivitas kebijakan transfer United musim ini.

Meski performa individu menurun, catatan tim tetap kuat. United memenangkan delapan dari dua belas pertandingan sejak Carrick mengambil alih, namun hanya empat kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir sejak gol terakhir Mbeumo. Posisi mereka di papan klasemen masih berada dalam zona lima besar, dengan selisih delapan poin dari Brighton. Namun, tekanan untuk menjaga posisi tersebut semakin besar, terutama bila kebuntuan Mbeumo berlanjut.

Baca juga:

Jika Mbeumo tidak mampu mengembalikan sentuhan gol dalam lima pertandingan terakhir musim ini, ia berisiko menutup kampanye dengan total gol yang lebih sedikit dibandingkan Rasmus Hojlund pada debutnya, memperkuat keraguan tentang investasi £71 juta tersebut. Di sisi lain, pemulihan performa dapat mengukuhkan kembali posisinya sebagai striker utama dan membantu United meraih tiket Liga Champions.

Dalam konteks transfer, kebuntuan Mbeumo menyoroti perbandingan dengan rekrutan lain seperti Senne Lammens yang berasal dari Royal Antwerp. Lammens, yang dibeli dengan nilai relatif rendah, telah menjadi pilar pertahanan dan mendapat pujian atas penampilannya, menunjukkan bahwa nilai transfer tidak selalu berbanding lurus dengan biaya.

Dengan tekanan yang terus meningkat, Mbeumo diharapkan kembali ke mentalitas “selalu menjadi lebih baik daripada saya kemarin” yang ia nyatakan pada saat bergabung. Hanya waktu yang akan menentukan apakah ia dapat mengatasi kebuntuan dan mengamankan tempatnya di lini serang Manchester United menjelang akhir musim.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *