Lensox – 01 Mei 2026 | Pertarungan Spurs vs Trail Blazers menyuguhkan serangkaian laga menegangkan, di mana San Antonio mengamankan seri 4-1 dan meraih kemenangan playoff pertama sejak 2017.
Awal Seri: Dominasi Spurs di Game Pertama
Seri dimulai di arena Portland dengan sorakan keras pendukung Trail Blazers. Spurs masuk dengan rencana pertahanan ketat, memaksa tim tuan rumah mencetak hanya 22 poin pada kuarter pertama. KJ Martin memimpin serangan dengan 22 poin, sementara bintang muda Victor Wembanyama menambahkan 18 poin, 12 rebound, dan 3 blok. Kombinasi veteran dan rookie memberi Spurs keunggulan 10 poin pada akhir kuarter pertama.
Portland berusaha bangkit melalui Anfernee Simons, yang mencetak 15 poin di kuarter kedua, namun penyerangan Spurs tetap konsisten. Pada akhir pertandingan, Spurs menutup dengan skor 112‑98, menandai kemenangan penting pertama dalam sejarah playoff tim.
Perubahan Strategi di Game Kedua: Peran Kunci Champagnie
Game kedua menjadi titik balik taktis. Spurs meluncurkan Jeremy Champagnie ke lini depan, memanfaatkan kecepatan dan tembakan tiga angka yang akurat. Champagnie mencetak 16 poin, termasuk empat tembakan tiga angka, yang berhasil menyeimbangkan serangan Spurs ketika Wembanyama mengalami kesulitan menembak pada kuarter ketiga.
Pelatih Gregg Popovich menyesuaikan pertahanan dengan menutup jalur penetrasi Trail Blazers, memaksa mereka mengandalkan tembakan luar yang kurang akurat. Hasilnya, Trail Blazers hanya mencetak 38% dari tembakan tiga angka, sementara Spurs meningkatkan efisiensi tembakan menjadi 48%.
Kemenangan 106‑94 menegaskan kemampuan Spurs beradaptasi secara cepat, sekaligus menambah tekanan pada tim tuan rumah yang kini berada di bawah tekanan 0‑2.
Game Ketiga di San Antonio: Keberanian dan Kejutan
Pindah ke arena San Antonio, Spurs berusaha menutup seri secepatnya. Namun, Trail Blazers menampilkan semangat juang yang tak terduga. Simons kembali menjadi sorotan dengan 28 poin, sementara Jusuf Nurkic menguasai papan dengan 12 rebound.
Spurs tetap solid berkat kontribusi signifikan dari Devin Vasilijevic yang menambah 12 poin dan 8 assist. Wembanyama kembali menemukan ritme, mencetak 22 poin serta 10 rebound. Pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis 99‑95 untuk Trail Blazers, menandai satu-satunya kemenangan mereka dalam seri ini.
Game Keempat: Kembalinya Dominasi Spurs
Setelah kekalahan, Spurs kembali menunjukkan dominasi mereka di kuarter pertama, memimpin 30‑18. KJ Martin kembali menjadi motor serangan dengan 24 poin, sementara Champagnie menambah 14 poin dan tiga assist. Pertahanan Spurs kembali menahan serangan Trail Blazers, memaksa turnover sebanyak 12 kali.
Spurs menutup pertandingan dengan skor 108‑92, mengembalikan keunggulan seri menjadi 3‑1 dan mendekatkan diri pada penutup seri.
Game Penutup: Menutup Seri dengan Gaya
Game kelima menjadi penentu. Spurs memulai dengan agresif, mengendalikan papan dengan 15 rebound di kuarter pertama. Wembanyama mencetak double‑double (24 poin, 11 rebound) dan menambah tiga blok penting yang menghambat serangan Trail Blazers.
Champagnie menutup penampilan dengan 20 poin, termasuk lima tembakan tiga angka yang menambah jarak. Trail Blazers berusaha mengejar, namun kesulitan menembus pertahanan zona Spurs. Akhirnya Spurs mengamankan kemenangan 115‑101, menutup seri 4‑1 dan melaju ke putaran berikutnya.
Statistik Kunci Seri
- Victor Wembanyama: 98 poin total, 55 rebound, 12 blok
- KJ Martin: 86 poin, 20 assist, 9 steal
- Jeremy Champagnie: 70 poin, 15 tiga angka, 7 assist
- Portland Trail Blazers: rata‑rata 101 poin per game, tembakan tiga angka 35%
- San Antonio Spurs: rata‑rata 108 poin per game, tembakan tiga angka 44%
Keberhasilan Spurs dalam seri ini tidak hanya berkat performa individu, namun juga kemampuan pelatih Popovich dalam mengatur rotasi pemain dan menyesuaikan taktik defensif. Kemenangan ini menandai kembali kehadiran Spurs di babak playoff setelah jeda panjang sejak 2017, serta menegaskan potensi Wembanyama sebagai bintang masa depan NBA.
Langkah selanjutnya, Spurs akan menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak berikutnya, namun momentum dari kemenangan 4‑1 ini memberi mereka kepercayaan diri yang besar untuk melanjutkan perjuangan.





