Beranda / News / Truk Trailer Rem Blong Tabrak Lima Mobil, Empat Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Maut Probolinggo

Truk Trailer Rem Blong Tabrak Lima Mobil, Empat Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Maut Probolinggo

Truk Trailer Rem Blong Tabrak Lima Mobil, Empat Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Maut Probolinggo

Lensox – 21 April 2026 | Insiden tragis terjadi pada Sabtu malam, 18 April 2026, di jalur selatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebuah truk trailer bermuatan triplek kehilangan kendali dan menabrak lima kendaraan secara beruntun, menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga dari Blitar. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan dan memicu penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.

Rangkaian Kejadian dan Korban

Menurut saksi mata, truk trailer Nissan dengan nomor polisi B-9625‑UEJ yang dikemudikan oleh Cecep Adi Sucipto (46) melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo. Saat mendekati perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, truk tersebut diduga mengalami kegagalan fungsi rem, menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan meluncur ke deretan mobil yang sedang menunggu giliran menyeberang karena palang pintu perlintasan tertutup.

Tabrakan pertama melibatkan Toyota Vios Limo berplat AG‑1644‑EG yang di dalamnya terdapat Sutrisno (60) bersama istri, T. Sri Budiyatni (60), putrinya Devica Friskiara (29), dan cucunya Giovano Malik Ibrahim (3). Kendaraan itu hancur total dan keempat penumpang tewas seketika. Satu korban lain, Muhammad Iswanto (33), sopir pikap Daihatsu Granmax (plat P‑8361‑GL), mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

  • Toyota Vios Limo – AG‑1644‑EG (korban 4 jiwa)
  • Daihatsu Granmax – P‑8361‑GL (luka serius)
  • Pikap lain – N‑8387‑YH
  • Toyota Hi‑Ace – P‑7022‑QB
  • Truck Tractor Head Hino – T‑9698‑TA

Penyelidikan Polisi dan Tindakan Hukum

Polisi Probolinggo segera mengamankan sopir truk, Cecep Adi Sucipto, untuk pemeriksaan lanjutan. Tim Satlantas melakukan tes alkohol dan napza serta mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. Hingga kini, sopir belum ditetapkan sebagai tersangka, melainkan berstatus saksi terperiksa sementara bukti tambahan sedang dikumpulkan.

Tim penyidik juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengambil jejak rem, serta mendengarkan keterangan saksi mata. Mereka belum dapat mengeluarkan penyebab teknis pasti, namun dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem rem truk trailer.

Selain penyelidikan teknis, pihak kepolisian menyiapkan laporan resmi untuk proses hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan dakwaan kelalaian mengemudi jika terbukti adanya kelalaian atau pengaruh zat terlarang.

Korban yang tewas merupakan anggota keluarga dari Desa Jeblog, Kabupaten Blitar. Kematian mereka menambah duka mendalam bagi warga setempat, terutama anak bungsu laki-laki berusia 23 tahun yang selamat karena tidak ikut dalam perjalanan. Pemakaman keluarga dilakukan secara bersamaan di pemakaman desa, sesuai keinginan keluarga untuk memudahkan ziarah.

Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kondisi infrastruktur jalan, terutama sistem peringatan di perlintasan kereta api. Pihak berwenang daerah dijadwalkan melakukan evaluasi terhadap fasilitas perlintasan dan memprioritaskan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi semua pengguna jalan akan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan secara berkala, terutama sistem rem pada kendaraan berat. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat mendekati perlintasan kereta api dan mematuhi rambu-rambu keselamatan.

Dengan penyelidikan yang masih berjalan, diharapkan kepolisian dapat memberikan klarifikasi lengkap mengenai faktor-faktor penyebab, serta menegakkan keadilan bagi para korban dan keluarga yang berduka.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *