Beranda / News / Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat: “Saya Mau Sekolah, Pak” – Emosi Mengalir di Pelukan Seskab Teddy

Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat: “Saya Mau Sekolah, Pak” – Emosi Mengalir di Pelukan Seskab Teddy

Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat: “Saya Mau Sekolah, Pak” – Emosi Mengalir di Pelukan Seskab Teddy

Lensox – 23 April 2026 | Jakarta, 23 April 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi rintisan Sekolah Rakyat yang berada di kampus STIA LAN Pejompongan pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan itu bertujuan meninjau kesiapan fasilitas, simulasi pembelajaran, serta bertemu langsung dengan lebih dari 70 calon siswa yang telah dipilih melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan penelusuran lapangan.

Kisah Mengharukan Muhammad Al Jabar

Di antara para calon siswa, Muhammad Al Jabar, anak kelima dari enam bersaudara yang berusia 15 tahun, menjadi sorotan utama. Al Jabar menghabiskan masa kecilnya di jalanan Klender, Jakarta Timur, mengamen bersama adiknya, Annas Al‑Fatih (12), untuk membantu ibunya yang bekerja sebagai buruh lepas. Setelah ayahnya meninggal, keluarga mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi yang membuat Al belum pernah mengenyam pendidikan formal sejak usia belia.

Baca juga:

Ketika diperkenalkan kepada Seskab Teddy, Al Jabar tak kuasa menahan air mata. Dengan suara lirih namun penuh harap, ia berkata, “Saya ingin sekolah, Pak,” sambil menunduk dan bersandar pada pundak Teddy. Dialog singkat itu berlanjut ketika Teddy menanyakan keinginannya untuk belajar. Al menjawab tegas, “Mau, cita‑cita saya menjadi polisi.” Momen tersebut berakhir dengan pelukan hangat dari Teddy, menandai titik awal harapan baru bagi sang remaja.

Visi dan Harapan Sekolah Rakyat

Teddy dan Gus Ipul tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga menjelaskan fasilitas lengkap yang akan disediakan Sekolah Rakyat: ruang kelas yang layak, asrama, makanan bergizi, serta program pendampingan psikososial. Mereka menekankan bahwa sekolah ini menjadi jalan kembali bagi anak‑anak yang putus sekolah atau tidak pernah bersekolah, memungkinkan mereka mengejar cita‑cita setinggi langit.

Baca juga:

Selain Al Jabar, beberapa calon siswa lain turut menyuarakan impian mereka. Gonzales, yang putus sekolah di kelas 5 SD, berharap menjadi anggota TNI. Nana Kurnia mengungkapkan keinginan melanjutkan pendidikan hingga kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Setiap cerita menegaskan betapa pentingnya akses pendidikan bagi generasi yang terpinggirkan.

Presiden Prabowo Subianto turut disampaikan lewat pesan Teddy, mengingatkan para siswa untuk tetap semangat, menjaga kesehatan, dan terus berjuang meraih impian. Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan “jalan harapan” yang mengubah nasib anak‑anak kurang mampu menjadi pemimpin masa depan.

Baca juga:
  • 77 calon siswa hadir, dipilih melalui DTSEN dan penelusuran lapangan.
  • Fasilitas meliputi kelas, asrama, gizi seimbang, dan pendampingan psikologis.
  • Cita‑cita utama: polisi, TNI, kuliah, serta profesi lain yang mengangkat derajat sosial.
  • Program didukung oleh Kementerian Sosial dan Kabinet Presiden.

Dengan semangat yang terpatri dalam setiap percakapan, Sekolah Rakyat di STIA LAN Pejompongan diharapkan menjadi titik tolak perubahan bagi ratusan anak muda Indonesia. Upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan program ini, menjanjikan masa depan yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *