Lensox – 30 April 2026 | Tokyo, 30 April 2026 – Pertarungan tunggu‑tunggu antara Rodtang Jitmuangnon dan Takeru Segawa pada ONE Samurai 1 berakhir dengan kemenangan TKO Takeru di ronde kelima. Duel ini bukan sekadar pertarungan gelar, melainkan balas dendam, puncak karier, dan momen emosional yang menggugah hati para penggemar beladiri dunia.
Latar Belakang dan Pertarungan Pertama
Pertarungan pertama antara kedua petarung terjadi pada ONE 172, Maret 2025, di mana Rodtang mencatat kemenangan mengejutkan dengan KO Takeru hanya dalam 80 detik ronde pertama. Kemenangan itu menempatkan Rodtang sebagai ancaman utama di kelas flyweight kickboxing, sementara Takeru, yang dikenal sebagai “The Natural Born Krusher”, harus menelan kekalahan pertamanya di ONE.
Setelah hasil tersebut, Takeru bertekad membalas dendam. Ia meningkatkan intensitas latihan, menyesuaikan taktik, dan menjelang ONE Samurai 1 menegaskan niatnya untuk mengakhiri saga ini dengan kemenangan.
ONE Samurai 1: Pertarungan Rematch yang Menegangkan
Pada Rabu (29/4/2026), arena Ariake di Tokyo menjadi saksi pertarungan ulang yang ditunggu lebih dari setahun. Kedua petarung masuk dengan aura berbeda: Rodtang menampilkan semangat “Iron Man”‑nya, sementara Takeru muncul dengan aura sang veteran yang akan pensiun setelah laga ini.
Pertarungan dimulai dengan serangan agresif Rodtang, yang mengandalkan footwork cepat dan pukulan keras. Takeru tetap tenang, menggunakan kombinasi teknik kickboxing Jepang yang presisi. Hingga ronde keempat, keduanya masih saling menukar serangan tanpa ada yang berhasil mengunci kemenangan.
Pada ronde kelima, Takeru menemukan celah ketika Rodtang sedikit melepas pertahanan setelah serangan berulang. Takeru melancarkan serangkaian hook kiri dan tendangan tinggi yang memaksa Rodtang terjatuh. Referee menghentikan pertarungan dengan keputusan TKO untuk Takeru.
Kemenangan ini sekaligus menjadi penutup karier Takeru, mencatat rekor akhir 46-5 dan mengantarkan ia meraih gelar Interim Flyweight Kickboxing World Champion serta bonus penampilan sebesar 15 juta Yen (sekitar Rp1,7 miliar).
- Waktu pertarungan: 5 ronde, total 15 menit
- Rekor Takeru setelah pertarungan: 46-5
- Bonus penampilan Takeru: 15 juta Yen (≈ Rp1,7 miliar)
- Gelar yang dipertaruhkan: Interim Flyweight Kickboxing World Title
Setelah hasil diumumkan, Rodtang tampak terdiam, menundukkan kepala, lalu perlahan mengalirkan air mata. Istri Rodtang, Aida Looksaikongdin, dengan tenang menyeka air mata sang juara Muay Thai tersebut di ruang ganti, menambah nuansa dramatis pada momen tersebut.
Rodtang kemudian mengunggah permintaan maaf melalui media sosial, mengungkapkan rasa penyesalan kepada para penggemar di Thailand dan dunia. Ia menegaskan bahwa ia akan kembali berlatih, memperbaiki kekurangan, dan menargetkan kembali gelar di arena kickboxing.
Para analis menilai bahwa meski Rodtang kehilangan kesempatan meraih gelar interim, ia tetap memegang gelar ONE Flyweight Muay Thai World Champion. Sementara itu, Takeru, dengan kemenangan ini, menutup kariernya dengan catatan sempurna, meninggalkan warisan yang sulit ditandingi.
Berita ini juga memicu spekulasi tentang kemungkinan unifikasi gelar antara Takeru (sekarang Interim Champion) dan Superlek Kiatmoo9, raja divisi flyweight Muay Thai. Jika terjadi, pertarungan tersebut diprediksi menjadi salah satu atraksi terbesar tahun 2027.
Secara keseluruhan, ONE Samurai 1 tidak hanya menyajikan aksi memukau, tetapi juga mengukir cerita tentang kegigihan, pengorbanan, dan sportivitas. Kedua petarung menunjukkan kualitas juara sejati, baik dalam kemenangan maupun kekalahan.
Dengan penutup karier Takeru yang gemilang dan tekad Rodtang untuk bangkit kembali, dunia kickboxing menantikan babak selanjutnya yang akan menambah warna pada sejarah beladiri modern.






