Lensox – 30 April 2026 | The anticipation that has built up for two decades finally terbayar ketika The Devil Wears Prada 2 resmi meluncur di bioskop Indonesia pada 29 April 2026. Film sekuel yang diproduksi oleh 20th Century Studios ini tidak hanya menampilkan kembalinya empat tokoh ikonik, melainkan juga diiringi dengan rangkaian acara pemasaran yang menghidupkan kembali atmosfer magis majalah mode fiktif Runway di jantung Jakarta.
Premiere dan Jadwal Penayangan di Indonesia
Penayangan perdana nasional dimulai pada tanggal 29 April 2026, tepat satu hari sebelum rilis global pada 1 Mei 2026. Distribusi film dijalankan melalui jaringan bioskop utama di seluruh Indonesia, termasuk CGV, XXI, dan Cinemaxx. Penonton dapat menyaksikan kembali dinamika antara Miranda Priestly (Meryl Streep), Andy Sachs (Anne Hathaway), Emily Charlton (Emily Blunt), dan Nigel (Stanley Tucci) yang kembali dipandu sutradara David Frankel. Skenario yang ditulis ulang oleh Aline Brolog Brosh McKenna menyoroti tantangan industri mode di era digital, menambah kedalaman pada narasi klasik yang sudah dikenal luas.
Runway Experience di Plaza Indonesia: Menyelami Dunia Majalah Mode
Untuk menambah antusiasme, 20th Century Studios Indonesia mengubah East Point Level 1 Plaza Indonesia menjadi “Runway Experience”, instalasi interaktif yang berlangsung dari 23 April hingga 15 Mei 2026. Pengunjung dapat berjalan melewati set yang meniru ruang kantor Runway, mulai dari meja resepsionis hingga ruang kerja Miranda yang legendaris. Instalasi juga menyediakan elevator photo booth, memungkinkan publik berpose layaknya model sampul majalah.
- Lokasi: East Point Level 1, Plaza Indonesia, Jakarta.
- Periode: 23 April – 15 Mei 2026.
- Fasilitas: Area tematik foto, lanyard workshop bersama merek lokal Bloca, serta akses cetak foto gratis bagi pemegang tiket bioskop atau member PI One.
- Acara pembuka: Intimate Soirée di Pellegrini’s Plaza Indonesia pada 23 April 2026, dihadiri figur publik seperti Rangga Moela, Anastasia Siantar, dan aktris Carmela Van Der Kruk.
Pengalaman ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi platform diskusi tentang perubahan lanskap media dan mode, mengingat film menyinggung isu-isu seperti pemecatan massal, influencer, dan cancel culture.
Ulasan Kritikal: Bagaimana Sekuel Menghadapi Industri Mode Modern
Para kritikus menyambut The Devil Wears Prada 2 dengan pujian atas keseimbangan antara humor jenaka dan visual yang memanjakan mata. Salah satu sorotan utama adalah kemampuan film mengangkat realitas industri media yang “f*king matters”, seperti yang diucapkan karakter Andy Sachs pada adegan pembukaan. Film menampilkan adegan layoff yang menggambarkan ketidakstabilan kerja di era digital, sekaligus menegaskan kembali peran penting editorial dalam membentuk citra merek.
Kembalinya Meryl Streep sebagai Miranda Priestly menjadi nilai tambah signifikan. Streep, yang sebelumnya enggan mengambil peran sekuel, memutuskan kembali karena kualitas naskah dan kedalaman karakter. Penampilan Emily Blunt sebagai Emily Charlton kini lebih beragam, menampilkan peran di sebuah brand mewah yang menjadi kunci strategi Runway untuk bertahan.
Selain empat pemeran utama, film menampilkan deretan wajah baru seperti Benji Barnes, Simone Ashley, dan bahkan penampilan cameo dari Lady Gaga. Kombinasi ini menciptakan dinamika cerita yang lebih kompleks, menyesuaikan dengan tantangan industri mode yang kini dipengaruhi oleh teknologi, media sosial, dan perubahan perilaku konsumen.
Secara keseluruhan, The Devil Wears Prada 2 berhasil menyajikan narasi yang relevan bagi generasi baru tanpa mengorbankan esensi film pertama. Kekuatan visual, dialog cerdas, serta pemanfaatan acara Runway Experience menjadikannya fenomena budaya yang patut diikuti.
Dengan tanggal rilis yang sudah ditetapkan, antisipasi penonton Indonesia terus meningkat. Baik melalui layar lebar maupun instalasi interaktif, film ini menawarkan pengalaman sinematik sekaligus kesempatan untuk merasakan dunia mode secara langsung.






