Lensox – 02 Mei 2026 | Persib Bandung menorehkan satu babak dalam sejarah klub dengan comeback gila melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. Setelah tertinggal dua gol lebih dulu, tim asuhan Bojan Hodak bangkit dan menorehkan kemenangan 4-2 yang sekaligus mengangkat Maung Bandung kembali ke puncak klasemen Super League 2025/2026 dengan 69 poin.
Babak Pertama: Tertinggal Awal yang Menakutkan
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dari Bhayangkara. Bernard Doumbia membuka keunggulan tuan rumah pada menit keenam, disusul Mousa Sidibe yang menambah jarak pada menit ke-26. Persib tampak kebingungan, lini belakang terlalu memberi ruang pada serangan balik lawan. “Kami memasuki pertandingan dengan cara yang salah, terlalu defensif,” kata pelatih Bojan Hodak usai jeda pertama.
- Gol Bhayangkara: 6′ – Bernard Doumbia
- Gol Bhayangkara: 26′ – Mousa Sidibe
- Kondisi Persib: Fokus rendah, pertahanan rapuh
Babak Kedua: Kebangkitan dan Dominasi Maung Bandung
Setelah jeda istirahat, Bojan Hodak mengubah taktik menjadi lebih menyerang. Ia menekankan tekanan tinggi, menutup ruang lawan, dan memanfaatkan kecepatan sayap. Berguinho menjadi titik balik pertama dengan menyamakan kedudukan pada menit ke-49. Beckham Putra Nugraha menambah keunggulan pada menit ke-60, diikuti Adam Alis yang menutup skor pada menit ke-89. Empat gol balasan itu tidak hanya menutup defisit, tetapi juga memperkuat moral tim.
Hodak menilai performa babak kedua jauh lebih baik. “Pemain mengerti apa yang harus dilakukan, peluang kami meningkat drastis,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tiga peluang emas di babak pertama belum dimanfaatkan, namun di babak kedua tim menciptakan delapan peluang bersih, tiga di antaranya berujung gol. Kedisiplinan taktis dan mentalitas juara menjadi faktor penentu.
Statistik menunjukkan peningkatan signifikan. Persib mencatat penguasaan bola 58% di babak kedua, tembakan ke arah gawang 12 kali, dan akurasi tembakan naik menjadi 42% dibandingkan 15% pada babak pertama. Pertahanan juga lebih solid, hanya mengizinkan satu peluang jelas lawan di paruh akhir.
Dengan hasil ini, Persib tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga menegaskan posisi teratas klasemen bersama Borneo FC yang memiliki poin serupa. Namun, catatan rekor pertemuan menunjukkan keunggulan head-to-head Persib atas Bhayangkara, menambah kepercayaan diri untuk laga berikutnya.
Meski begitu, Bojan Hodak tidak menutup mata terhadap kekurangan awal. Ia menegaskan perlunya konsistensi dalam fase transisi dan penyerahan bola. “Kita tidak boleh lagi memberi ruang pada lawan di awal pertandingan, karena itu yang membuat kami kebobolan dua gol pertama,” tegasnya.
Kebangkitan ini menjadi pelajaran penting bagi skuad. Para pemain muda seperti Federico Barba yang kembali dari cedera memberikan kontribusi defensif yang stabil, sementara pemain senior seperti Adam Alis menegaskan peran sebagai penyerang utama.
Dengan semangat yang terbangun, Persib menatap kompetisi ke depan dengan optimisme. Jadwal berikutnya meliputi laga melawan Borneo FC, yang akan menjadi ujian nyata apakah tim dapat mempertahankan keunggulan di puncak klasemen.
Kemenangan 4-2 ini sekaligus menegaskan bahwa mentalitas juara sudah tertanam kuat di maung Bandung, meski harus melewati fase awal yang sulit.






