Lensox – 02 Mei 2026 | Pada Kamis, 30 April 2026, GOR Satria Purwokerto menjadi saksi bersejarah saat MilkLife Festival SenengMinton 2026 dibuka. Lebih dari empat ratus siswa sekolah dasar dari 16 sekolah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak usia dini. Inisiatif ini digerakkan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerja sama dengan MilkLife serta Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah.
Program dan Kegiatan di GOR Satria Purwokerto
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, yang menekankan pentingnya rasa senang dalam berolahraga sebagai fondasi bagi atlet berprestasi. Selanjutnya, para peserta menjalani serangkaian permainan yang menguji keterampilan dasar bulu tangkis sekaligus kelincahan fisik.
- Pyramid Shuttlecock – menumpuk kok dengan kecepatan dan ketepatan.
- Shuttle Run – lomba lari sambil mengontrol shuttle.
- Throwing the Shuttlecock – lempar shuttle ke target tertentu.
- Service to Target – mengasah akurasi servis.
- Zig Zag Run – rintangan lintas zig‑zag dengan shuttle.
Setiap kelas memiliki aturan khusus. Kelas 1 dan 2 tidak diwajibkan melakukan tantangan Service to Target, sedangkan kelas 3 melaksanakan kelima tantangan. Penilaian didasarkan pada catatan waktu tercepat, menciptakan atmosfer kompetitif namun tetap bersahabat.
Langkah Lanjutan Pembinaan Bulu Tangkis di Jawa Tengah
Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menegaskan bahwa MilkLife Festival bukan sekadar event satu hari, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis talenta. Festival ini akan berkelanjutan di empat kota lain: Magelang (24 September), Solo (1 Oktober), Semarang (28 Oktober), dan Kudus (31 Oktober–1 November). Setiap lokasi akan menerapkan pola serupa, dengan fokus pada pemetaan potensi atlet muda, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan klub‑klub lokal.
Selain itu, kolaborasi dengan guru PJOK setempat, seperti Pujiono S.Pd dari Kabupaten Banyumas, memastikan bahwa program dapat berintegrasi dengan kurikulum sekolah. Dukungan dari sekolah memungkinkan identifikasi bakat sejak kelas satu, sehingga proses pembinaan dapat dimulai lebih awal dan berkesinambungan.
Berikut rangkuman data peserta dan pemenang utama di Purwokerto:
- 480 siswa (kelas 1–3) dari 16 SD.
- Kelas 1: 6 peserta per sekolah (4 putra, 2 putri).
- Kelas 2: 10 peserta per sekolah (6 putra, 4 putri).
- Kelas 3: 14 peserta per sekolah (8 putra, 6 putri).
- Juara kelas 1 putra: Rafaesyza Falah Alfarezi (SDN 1 Sokanegara).
- Juara kelas 1 putri: Hani Pertiwi Efendi (SDN 1 Karangpucung).
- Juara kelas 2 putra: Muhammad Gibran Ramadhan (SDN 1 Patikraja).
- Juara kelas 2 putri: Kirana Sasi Fidelisa Waluyo (SDN 1 Klahang).
- Juara kelas 3 putra: Muhammad Abid Al Khalifi (SDIT Harapan Bunda).
- Juara kelas 3 putri: Gita Felicia (SDN 1 Karangpucung).
Keberhasilan acara pertama ini memberikan sinyal kuat bahwa pendekatan berbasis kesenangan dapat menumbuhkan minat yang berkelanjutan. Dengan basis partisipasi yang meluas, peluang munculnya talenta baru semakin besar, membuka jalur menuju kompetisi tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Pengorganisir berencana memperkenalkan kompetisi berjenjang, sehingga anak‑anak yang menunjukkan potensi dapat terus berkembang melalui program pelatihan terstruktur. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bulu tangkis Indonesia, menjamin regenerasi atlet yang konsisten dan kompetitif.
Secara keseluruhan, MilkLife Festival SenengMinton 2026 di Purwokerto menegaskan komitmen bersama antara yayasan olahraga, sponsor, dan federasi bulu tangkis untuk menumbuhkan generasi atlet yang tidak hanya berbakat, tetapi juga mencintai olahraga sejak kecil.






