Lensox – 22 April 2026 | Rangkaian pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) digulirkan secara serentak pada 22 April 2026 di tiga wilayah strategis: Surabaya, Bantul, dan Jambi. Kegiatan ini menjadi sorotan utama karena melibatkan pejabat tinggi kementerian, gubernur, serta wali kota, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur digital dan kebijakan pendukung di tingkat daerah.
Monitoring Langsung di Surabaya
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat turun ke dua sekolah, SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang I, untuk mengamati pelaksanaan TKA. Atip menekankan bahwa TKA berfungsi sebagai instrumen evaluasi menyeluruh, mencakup kompetensi guru, metode pembelajaran, serta sarana dan prasarana. Ia menegaskan bahwa tanpa evaluasi yang terukur, upaya peningkatan mutu pendidikan hanya akan menjadi wacana.
Selama kunjungan, Atip juga menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI). Menurutnya, kondisi fisik yang baik meningkatkan kenyamanan belajar siswa. Di SDN Ketintang I, ia memeriksa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penggunaan smart board yang diharapkan dapat meningkatkan interaksi kelas.
Sinergi di Kabupaten Bantul
Di Kabupaten Bantul, pelaksanaan TKA dipimpin oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY Mohammad Adi Hartono bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga setempat. Sebanyak 399 satuan pendidikan—366 SD dan 33 Madrasah Ibtidaiyah—menyelenggarakan tes untuk 12.663 peserta. Kendala teknis seperti listrik dan jaringan internet muncul, namun berhasil diatasi dengan penggunaan genset cadangan.
Petugas menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan sebagai dasar perencanaan kebijakan. Keterbatasan perangkat komputer tetap menjadi tantangan, sehingga beberapa sekolah harus membagi sesi pelaksanaan atau menambah perangkat tambahan.
Pengawasan di Kota Jambi
Wali Kota Jambi, Maulana, memantau TKA di SDN 47 dan SDN 131. Ia mencatat bahwa proses ujian berjalan tertib dengan 979 peserta di SDN 47. Maulana memuji kebersihan lingkungan sekolah serta keberagaman kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Pengawasan tersebut juga menjadi momentum silaturahmi antara pejabat, guru, kepala sekolah, dan siswa, sekaligus menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi tolok ukur capaian pembelajaran di tingkat dasar.
Faktor Kunci Keberhasilan
- Koordinasi lintas instansi: Kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota bekerja selaras.
- Infrastruktur digital: Penggunaan smart board, jaringan internet, dan perangkat komputer.
- Program pendukung: MBG, lingkungan ASRI, dan ekstrakurikuler.
- Penanganan cepat atas kendala: Cadangan listrik dan tim teknis siap.
Pengalaman Surabaya, Bantul, dan Jambi menunjukkan bahwa TKA bukan sekadar tes administratif, melainkan bagian integral dari siklus monitoring‑evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan bergantung pada kesiapan teknis, komitmen kepala sekolah, serta dukungan kebijakan yang responsif.
Ke depan, data hasil TKA akan dianalisis untuk mengidentifikasi kelemahan kompetensi guru, kualitas materi, serta kesenjangan fasilitas. Temuan tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan kurikulum, pelatihan guru, dan alokasi anggaran pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Dengan sinergi yang terus terjaga dan penanganan proaktif terhadap tantangan, Tes Kompetensi Akademik berpotensi menjadi pilar utama dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar Indonesia.









