Lensox – 04 Mei 2026 | Sabtu (2/5/2026) di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Napoli yang dipimpin Antonio Conte harus menelan hasil imbang 0-0 melawan tim tuan rumah. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi titik balik penting dalam perebutan gelar Serie A 2025/2026 karena menambah jarak poin antara Napoli dan pemuncak klasemen, Inter Milan.
Bagaimana Imbang Napoli vs Como Mempengaruhi Peta Klasemen
Napoli masuk ke laga dengan harapan menambah selisih poin terhadap Inter, namun pertahanan kokoh yang digarap Cesc Fabregas di Como berhasil menutup setiap peluang Partenopei. Meski Matteo Politano hampir mencetak gol lewat tembakan yang menabrak tiang pada menit ke-84, gawang tetap bersih. Akibatnya Napoli hanya menambah satu poin, naik menjadi 70 poin dari 35 pertandingan, sementara Inter tetap berada di puncak dengan 79 poin dari 34 laga.
Selisih sembilan poin itu memberi Inter keunggulan signifikan. Dengan satu pertandingan tersisa bagi Napoli, mereka tidak lagi mampu menyalip Inter asalkan Nerazzurri tidak kalah dari Parma pada laga berikutnya. Skenario paling buruk bagi Inter – kalah melawan Parma – masih memberi peluang AC Milan, yang berada di posisi tiga, untuk menutup selisih jika Milan menang semua pertandingan sisa dengan selisih gol yang cukup besar. Namun, peluang itu sangat tipis.
- Napoli: 70 poin (35 laga)
- Inter Milan: 79 poin (34 laga)
- Selisih poin: 9 poin
- Jarak posisi 2–3: AC Milan masih berpeluang, namun membutuhkan hasil maksimal.
Inter Milan vs Parma: Pertarungan untuk Mengunci Scudetto
Laga selanjutnya Inter Milan dijadwalkan melawan Parma pada Senin dini hari (4/5/2026) di Stadion Giuseppe Meazza. Cristiano Chivu, pelatih Inter, menekankan pentingnya mengambil setidaknya satu poin untuk mengamankan Scudetto. Jika Inter menang, gelar ke-21 akan resmi terkonfirmasi; jika hanya imbang, mereka tetap berada di posisi teraman karena selisih poin masih tidak dapat dijangkau oleh pesaing.
Statistik menunjukkan Inter berada dalam kondisi prima: hanya satu kekalahan dalam 22 pertandingan terakhir Serie A, dan catatan pertemuan langsung melawan Parma selama sembilan laga liga terakhir selalu berujung kemenangan bagi Inter. Sementara itu, Parma memasuki laga tanpa tekanan besar, namun mereka memiliki serangan balik cepat yang dapat mengancam bila Inter terlalu membuka lini pertahanan.
Prediksi taktik menyoroti peran kunci para gelandang seperti Nicolo Barella dan Piotr Zielinski dalam mengatur tempo, serta Marcus Thuram yang diharapkan mampu menyelesaikan peluang di depan gawang. Di lini belakang, Yann Sommer dan Yann Aurel Bisseck menjadi benteng utama untuk menahan serangan Parma.
- Inter Milan: Formasi 3-5-2, kunci pemain – Barella, Zielinski, Thuram.
- Parma: Formasi 3-5-2, fokus pada serangan balik cepat.
- Prediksi skor: Inter 2-0 Parma (menurut sebagian analis).
Jika Inter mengamankan tiga poin, jarak mereka dengan Napoli akan meluas menjadi 12 poin dengan satu pertandingan tersisa, menjadikan gelar Scudetto hampir pasti. Napoli, di sisi lain, harus menunggu hasil Inter sambil berusaha memenangkan laga terakhir mereka untuk menjaga harapan, meski secara matematika peluang tersebut semakin tipis.
Secara keseluruhan, hasil imbang Napoli vs Como tidak hanya menambah koleksi poin bagi Como (62 poin, posisi kelima, peluang Liga Europa), tetapi juga menegaskan bahwa Inter Milan berada di jalur tercepat menuju gelar. Dengan dukungan massa di San Siro, Inter diprediksi akan melangkah mantap ke arah sejarah baru, sementara Napoli harus menerima kenyataan bahwa mimpi Scudetto mereka kini berada di ujung tanduk yang sempit.
Bagaimanapun, Serie A musim ini tetap memberikan drama hingga menit terakhir, menambah nilai hiburan bagi para penggemar sepakbola Italia.






