Lensox – 02 Mei 2026 | Ria Ricis, YouTuber yang dikenal dengan konten hiburan dan vlog harian, mengejutkan netizen pada 1 Mei 2026 dengan aksi turun langsung ke Sungai Ciliwung, Jakarta. Tanpa ragu, ia menyelam bersama rekannya Arief Kamarudin untuk menangkap ikan sapu-sapu, spesies yang selama ini menimbulkan kekhawatiran bagi ekosistem perairan kota. Melalui sepuluh foto yang diunggah di akun Instagramnya, Ricis menampilkan proses penangkapan, penyelaman, serta upaya mengubur ikan-ikan tersebut setelah berhasil ditangkap.
Aksi Ria Ricis di Sungai Ciliwung
Pada pagi itu, Ricis muncul dengan pakaian cokelat, jilbab bermotif kuning, serta sepatu boot anti selip. Ia menjelaskan bahwa aksi ini dimotivasi oleh keprihatinan atas dampak negatif ikan sapu-sapu yang dikenal memakan telur ikan kecil dan mengganggu keseimbangan rantai makanan sungai. “Awalnya baik, lama-lama menyakiti – ikan sapu-sapu,” tulisnya dalam caption foto pertama.
Setelah menyiapkan jaring dan peralatan sederhana, Ricis dan Arief melompat ke dalam aliran air yang cukup deras. Dalam beberapa menit, mereka berhasil menangkap tiga ekor ikan sapu-sapu berukuran sedang. Selanjutnya, mereka mengangkat ikan-ikan tersebut ke pinggir sungai dan menggali lubang untuk menguburnya kembali ke tanah, sebuah langkah yang diyakini dapat menghentikan penyebaran spesies invasif tersebut.
Sepuluh foto yang dirilis secara berurutan memperlihatkan momen-momen penting: Ricis menyiapkan peralatan, menyelam, menahan napas di dalam arus, memegang ikan sapu-sapu, hingga menutup lubang dengan tanah. Setiap gambar disertai keterangan singkat yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan melindungi keanekaragaman hayati.
- Lokasi: Sungai Ciliwung, Jakarta
- Waktu: 01 Mei 2026, sekitar pukul 09.00 WIB
- Partisipan: Ria Ricis, Arief Kamarudin, serta sejumlah relawan lokal
- Hasil: Tiga ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dan dikubur
Reaksi Publik dan Dampak Lingkungan
Aksi Ricis langsung menuai beragam reaksi di media sosial. Sebagian besar netizen memuji keberaniannya, menilai bahwa seorang selebriti dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Terima kasih sudah peduli, Ricis!” tulis seorang pengguna, menyoroti pentingnya aksi langsung di lapangan.
Namun, tidak sedikit pula komentar yang beralih pada penampilan fisik Ricis setelah operasi hidung yang baru saja ia jalani. Beberapa netizen menambahkan komentar ringan tentang perubahan penampilannya, namun tetap mengakui nilai positif dari aksi tersebut. Fenomena ini mencerminkan budaya selebriti di Indonesia, di mana penampilan pribadi sering menjadi sorotan sekunder.
Dari sudut ilmiah, penangkapan ikan sapu-sapu memang dapat menjadi langkah awal dalam mengendalikan populasi mereka. Spesies ini, asalnya dari Asia Tenggara, dikenal cepat berkembang biak dan mengancam ikan endemik. Upaya komunitas lokal yang melibatkan relawan, seperti yang ditunjukkan oleh Ricis, dapat memperkuat program pemerintah dalam pemantauan kualitas air sungai.
Selain dampak ekologis, aksi ini meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kebersihan sungai. Dengan mempublikasikan foto-foto dan cerita secara terbuka, Ricis berhasil menginspirasi pemuda lain untuk ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih atau program penangkaran ikan asli. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yang menargetkan penurunan polusi air sebesar 20% pada 2027.
Secara keseluruhan, keberhasilan aksi Ria Ricis tidak hanya terletak pada tiga ikan sapu-sapu yang berhasil dihilangkan, melainkan pada pesan edukatif yang tersebar luas melalui platform digital. Ketika selebriti memanfaatkan popularitasnya untuk tujuan sosial, dampaknya dapat melampaui sekadar satu peristiwa, membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat.
Dengan semangat yang terus menggerakkan, diharapkan lebih banyak inisiatif serupa akan muncul, menjadikan Sungai Ciliwung bukan lagi simbol pencemaran, melainkan contoh keberhasilan restorasi ekosistem urban.






