Lensox – 07 Mei 2026 | Persib Bandung akan berhadapan dengan Persija Jakarta pada pekan ke-32 BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 10 Mei 2026. Sebelum laga yang dijuluki “lebih dari final” itu, manajer Persib, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa seluruh skuad harus memberikan penampilan habis-habisan demi mengamankan tiga poin penting bagi Bobotoh.
“Pertandingan besok (melawan Persija) itu seperti final, bahkan lebih dari final sebetulnya. Saya sudah berbicara dengan Bojan dan meminta pemain tampil maksimal, bisa membawa pulang poin penuh sebagai hadiah untuk Bobotoh,” ujar Umuh dalam konferensi pers di Bandung pada Rabu, 7 Mei 2026. Pernyataan tersebut menegaskan betapa krusialnya laga Persib vs Persija dalam perburuan gelar.
Umuh menambahkan bahwa Persib tidak boleh menerima hasil imbang atau kekalahan pada sisa tiga pertandingan musim ini. “Kami fokus untuk tiga kali menang, menang, dan menang. Itu targetnya agar tidak ada hambatan menuju tangga juara,” tegasnya, menyoroti tekad manajemen untuk menutup musim dengan poin sempurna.
Tekanan Menjadi Final: Pernyataan Umuh Muchtar
Manajer berusia 77 tahun ini mengakui tekanan yang dirasakan oleh para pemain dan staf teknis. Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan pelatih Bojan Hodak sudah dilakukan sejak awal minggu, mencakup taktik, kebugaran, dan aspek mental. “Saya sudah bicara dengan Bojan dan meminta pemain tampil maksimal serta membawa pulang poin penuh,” kata Umuh kembali, menekankan pentingnya komunikasi dua arah.
Selain menargetkan kemenangan, Umuh juga mengingatkan para pendukung agar tetap tenang. “Saya meminta Bobotoh tidak datang langsung ke Jakarta. Nonton di layar lebar masing‑masing, sambil berdoa,” ujarnya, mengingat potensi kerumunan yang dapat memicu kerusuhan.
Strategi dan Tantangan di Stadion Segiri
Stadion Segiri akan menjadi arena dramatis di mana Persib harus menaklukkan lawan tradisionalnya di luar kandang. Keamanan menjadi prioritas, dengan aparat kepolisian dan tim keamanan klub dijamin siap mengawal jalannya pertandingan. Umuh menegaskan, “Jangan ada yang dikhawatirkan, semua dalam pengamanan, Insya Allah tidak akan terjadi apa‑apa.”
Untuk memaksimalkan peluang, Persib menyiapkan beberapa poin taktik utama:
- Mengintensifkan tekanan tinggi sejak menit pertama untuk memaksa kesalahan Persija.
- Mengoptimalkan peran penyerang sayap dalam serangan balik cepat.
- Menjaga kestabilan lini tengah dengan peran ganda Bojan Hodak.
- Menjaga konsentrasi pertahanan, mengingat kemampuan menyerang Persija yang berbahaya.
Daftar tersebut mencerminkan upaya menyeluruh tim teknis untuk menjawab tantangan taktik lawan. Umuh menambahkan, “Kami tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengendalikan permainan. Semua harus bergerak cepat, berani, dan tak kenal takut.”
Dalam konteks klasemen, Persib berada di posisi tiga besar BRI Super League 2025/2026, dengan selisih poin tipis dari rival terdekat. Kemenangan melawan Persija dapat menambah jarak aman menuju puncak, sementara kekalahan atau hasil imbang berpotensi menurunkan peluang juara.
Di sisi lain, Persija Jakarta juga menyiapkan skuad kuat, dipimpin oleh pelatih yang berpengalaman. Pertarungan antara dua klub klasik ini tidak hanya soal tiga poin, melainkan soal kehormatan, dukungan fanbase, dan momentum menuju akhir musim.
Kesimpulannya, pernyataan Umuh Muchtar menegaskan ambisi Persib Bandung untuk menutup musim dengan rekam jejak sempurna. Laga Persib vs Persija menjadi titik balik yang dapat menentukan siapa yang melaju ke puncak klasemen. Dengan persiapan matang, koordinasi intensif antara manajer dan pelatih, serta semangat juang yang ditularkan kepada pemain, harapan Bobotoh akan terwujud bila tim mampu menorehkan kemenangan di Segiri.






