Lensox – 01 Mei 2026 | Borneo FC kembali mengukir kemenangan krusial pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, menumbangkan Persik Kediri 1-0 di Stadion Brawijaya, Kediri. Hasil ini menambah tiga poin penting sehingga Pesut Etam melesat ke puncak klasemen sementara dengan 66 poin, menyalip Persib Bandung dan menghidupkan kembali persaingan gelar juara di puncak tabel.
Kemenangan Krusial di Brawijaya
Gol penentu kemenangan datang pada menit ke-55 melalui aksi penyelesaian Koldo Obieta. Striker asal Spanyol itu menerima umpan terukur dari Mariano Peralta, yang sebelumnya menampilkan dribel menakjubkan, melesatkan bola ke dalam gawang lawan. Gol tunggal tersebut menjadi bukti efektivitas kerja sama lini serang Borneo FC, sekaligus menegaskan pentingnya kontribusi pemain asing dalam menambah daya serang tim.
Setelah kemenangan, manajer Dandri Dauri mengungkapkan kebahagiaan namun tetap menahan ekspektasi berlebihan. “Soal kita juara musim ini, saya mengikuti jalur langit. Di mana doa dan usaha harus beriringan. Kami tetap fokus pada setiap laga dan menjaga suasana tim tetap kondusif,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga.
Strategi “Jalur Langit” dan Tantangan Empat Laga Terakhir
Filosofi “jalur langit” yang dijadikan mantra Dandri menekankan keseimbangan antara kerja keras di lapangan dan kepercayaan spiritual. Menurutnya, kombinasi kedua elemen ini menjadi bahan bakar utama bagi tim untuk terus melaju, terutama menjelang fase krusial dengan hanya empat pertandingan tersisa. Persaingan dengan Persib Bandung, yang kini berada di posisi kedua, diprediksi akan semakin ketat.
Kapten Borneo FC, Nadeo Argawinata, menambahkan pentingnya kebersamaan internal. “Prestasi kami sampai hari ini berkat kebersamaan dalam tim. Kami harus semakin bersatu untuk meraih hasil terbaik musim ini,” katanya. Pernyataan ini mempertegas bahwa selain taktik, faktor psikologis dan solidaritas pemain menjadi kunci utama dalam mengatasi tekanan di papan atas.
- Poin total: 66 poin
- Posisi klasemen: 1 (puncak sementara)
- Pertandingan tersisa: 4
- Pemain pencetak gol terbanyak: Koldo Obieta (8 gol)
- Pembuat assist teratas: Mariano Peralta (6 assist)
Empat laga mendatang meliputi pertemuan melawan Persib Bandung, Bhayangkara FC, Arema FC, dan PSM Makassar. Setiap pertandingan memiliki potensi mengubah dinamika klasemen, mengingat selisih poin dengan Persib hanya tiga angka. Dandri menegaskan bahwa tim harus menjaga konsistensi, terutama dalam hal pertahanan yang sempat menunjukkan celah pada laga-laga sebelumnya.
Analisis para pengamat menunjukkan bahwa Borneo FC memiliki peluang kuat untuk mengamankan gelar, asalkan mereka mampu menjaga performa serangan dan memperbaiki pertahanan di situasi-situasi berbahaya. Keberhasilan dalam mengkonversi peluang menjadi gol, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan, akan menjadi penentu utama. Selain itu, ketangguhan mental pada laga tandang, khususnya melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, diprediksi menjadi ujian paling berat.
Para suporter Borneo FC, yang dikenal sebagai Pesut Etam, turut berperan penting dengan memberikan dukungan moral yang tinggi. Dandri menyebutkan bahwa dukungan suporter merupakan bagian dari “jalur langit” yang melengkapi doa dan usaha tim. Ia menambahkan, “Kami ingin memberi hadiah terbaik bagi para pendukung dengan menunjukkan permainan terbaik kami di setiap pertandingan.”
Dengan agenda empat laga terakhir yang menantang, Borneo FC berada pada posisi yang menguntungkan namun tidak terjamin. Kesempatan meraih gelar juara tetap terbuka lebar, asalkan tim mampu mengeksekusi rencana taktis, menjaga kebersamaan, dan tetap mengandalkan semangat “jalur langit” yang menjadi motor penggerak utama mereka.
Fans dapat menantikan aksi-aksi menegangkan di sisa musim ini, di mana setiap poin akan sangat menentukan nasib 18 kontestan BRI Super League. Borneo FC menatap masa depan dengan optimisme, namun tetap sadar bahwa perjalanan menuju mahkota tidaklah mudah.






