Lensox – 25 April 2026 | Raptors menorehkan kemenangan impresif 126-104 atas Cavaliers dalam Game 3 babak pertama putaran pertama playoff NBA 2026, memperlihatkan serangan tak terhentikan yang mengubah arah seri Cavaliers vs Raptors. Setelah kalah dua pertandingan pertama, tim asal Toronto mengandalkan performa gemilang Scottie Barnes dan RJ Barrett, masing-masing mencetak 33 poin, serta kontribusi penting dari bangku cadang.
Serangan Memukau Raptors di Kuarter Ketiga dan Keempat
Pada kuarter ketiga, Raptors memulai rentetan 19 kepemilikan bola berturut-turut yang menghasilkan 47 poin, sementara Cavaliers hanya mampu menambah 23 poin. Rentetan ini menjadi titik balik utama yang memberi Raptors keunggulan 22 poin pada akhir kuarter keempat. Barnes dan Barrett menembak sangat efisien, dengan total tembakan 23 dari 36 percobaan dan 9 dari 13 dari jarak tiga angka.
Penyerang tambahan Collin Murray‑Boyles menambah 22 poin dan delapan rebound, sementara Jamison Battle mencetak 14 poin tanpa kesalahan tembakan (5‑for‑5). Kedua pemain ini memberikan dorongan penting ketika starter kedua tim beristirahat.
- Scottie Barnes – 33 poin, 9‑3 tiga angka
- RJ Barrett – 33 poin, 9‑3 tiga angka
- Collin Murray‑Boyles – 22 poin, 8 rebound
- Jamison Battle – 14 poin, 5‑for‑5 shooting
Sementara itu, backcourt Cavaliers, yang diisi oleh James Harden dan Donovan Mitchell, hanya mampu mengumpulkan total 33 poin, menandakan penahanan pertahanan perimeter Raptors yang sangat efektif.
Dampak Cedera Immanuel Quickley dan Prospek Seri
Di balik kemenangan besar tersebut, Raptors harus berjuang melawan cedera Immanuel Quickley. Guard Kanada tersebut mengalami kembali cedera hamstring pada proses rehabilitasi, memaksa pelatih Nick Nurse menurunkan Quickley untuk sisa seri melawan Cavaliers. Quickley, yang rata‑rata 16,4 poin dan 5,9 assist per pertandingan, tidak tampil sejak Game 1 dan kehilangan kesempatan berharga di Game 3.
Pengganti Quickley, Ja’Kobe Walter, mengambil peran starter pada Game 3, sementara Jamal Shead tetap berada di bangku cadang. Kedalaman roster Raptors diuji, namun performa Walter dan kontribusi dari pemain lain berhasil menutupi kekosongan sementara.
Seri kini berbalik menjadi 2‑1 untuk keunggulan Cavaliers. Game 4 dijadwalkan pada hari Minggu siang di Scotiabank Arena, dan Game 5 akan dilanjutkan di Cleveland. Raptors harus mempertahankan momentum ofensif yang tercipta, sementara Cavaliers perlu menyesuaikan taktik pertahanan untuk menghentikan rentetan 19 poin beruntun yang menjadi senjata utama Raptors.
Para analis menyebutkan bahwa kunci kemenangan selanjutnya terletak pada kemampuan Raptors mengelola rotasi pemain tanpa Quickley dan kemampuan Cavaliers mengurangi turnover serta meningkatkan eksekusi tembakan tiga angka. Jika Raptors berhasil meniru pola serangan pada kuarter ketiga dan keempat, peluang mereka untuk membalikkan seri menjadi lebih besar.
Secara keseluruhan, Game 3 menegaskan bahwa seri Cavaliers vs Raptors masih jauh dari keputusan akhir. Raptors menunjukkan potensi ofensif kelas dunia, sementara Cavaliers harus menanggapi dengan penyesuaian defensif yang tajam. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam mengoptimalkan strategi masing‑masing di bawah tekanan playoff.






