Beranda / News / Satgas Damai Cartenz Gagalkan Pelarian KKB, Anggota Terdakwa Pembunuhan Prajurit TNI Tewas Tertembak

Satgas Damai Cartenz Gagalkan Pelarian KKB, Anggota Terdakwa Pembunuhan Prajurit TNI Tewas Tertembak

Satgas Damai Cartenz Gagalkan Pelarian KKB, Anggota Terdakwa Pembunuhan Prajurit TNI Tewas Tertembak

Lensox – 23 April 2026 | Satgas Damai Cartenz berhasil menumpas upaya pelarian anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama dua tahun menjadi buronan utama setelah menembak mati prajurit TNI di Puncak Jaya. Penangkapan yang berujung pada tembak mati ini menandai akhir dari rangkaian operasi pengejaran yang dimulai sejak insiden pembunuhan pada Maret 2024.

Penangkapan di Kampung Wuyukwi

Ruang lingkup operasi kembali intensif pada 20 April 2026 ketika tim Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi keberadaan target utama, seorang anggota KKB berinisial OE alias ME, di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Pada pukul 16.15 WIT petugas mendekati lokasi dan berusaha mengamankan OE. Namun, sesaat sebelum penangkapan, OE melakukan perlawanan fisik, melarikan diri, dan berusaha menembus formasi aparat.

Baca juga:

Merespon tindakan melawan tersebut, petugas menegakkan prosedur penggunaan senjata secara tegas namun terukur. Tembakan mengenai OE menghujam di ketiak kanan dan menembus bagian belakang kanan tubuhnya. Setelah ditembak, OE langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia untuk perawatan medis. Meskipun mendapat penanganan, korban dinyatakan meninggal pada pukul 17.30 WIT, menutup bab dua tahun pengejaran.

Reaksi dan Implikasi Keamanan

Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menjelaskan bahwa OE telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak penembakan yang menewaskan Sertu Anumerta Ismunandar, prajurit Satgas Elang, pada 17 Maret 2024 di Kampung Kulirik, Distrik Muara. “OE sebelumnya sempat diamankan pada 27 November 2024, namun berhasil melarikan diri ketika fokus operasi beralih ke penanganan konflik antar suku di wilayah tersebut,” ungkap Yusuf.

Baca juga:

Irjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian penting dari upaya penegakan hukum terhadap aksi kekerasan bersenjata yang mengancam stabilitas keamanan Papua. “Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kombes Adarma Sinaga, Wakil Kepala Operasi, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan jaringan KKB lain yang terhubung dengan OE. Sementara itu, pihak Satgas menilai situasi keamanan di Puncak Jaya kini kondusif dan mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang serta memberikan informasi yang akurat kepada aparat.

Baca juga:
  • 17 Maret 2024: Penembakan prajurit TNI Sertu Anumerta Ismunandar oleh KKB di Kampung Kulirik.
  • 27 November 2024: OE sempat ditangkap, namun melarikan diri.
  • 20 April 2026: Penangkapan dan tembak mati OE di Kampung Wuyukwi.
  • Penegakan hukum berkelanjutan oleh Satgas Damai Cartenz.

Kasus ini mempertegas komitmen pemerintah pusat dan aparat keamanan untuk menindak tegas setiap aksi kriminal bersenjata, khususnya yang berujung pada hilangnya nyawa anggota TNI. Upaya penindakan yang terkoordinasi antara Satgas Damai Cartenz, TNI, dan aparat kepolisian diharapkan dapat menurunkan angka insiden serupa serta meningkatkan rasa aman bagi warga Papua.

Dengan berakhirnya pengejaran OE, Satgas Damai Cartenz mengirim pesan kuat kepada semua elemen KKB: tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka yang melanggar hukum. Operasi selanjutnya akan difokuskan pada pemutusan jaringan kriminal bersenjata yang masih beroperasi di wilayah perbatasan, demi tercapainya perdamaian jangka panjang di Tanah Papua.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *