Beranda / News / Rover NASA Ungkap Formasi ‘Sisik Naga’ Misterius di Permukaan Mars, Temuan yang Mengguncang Ilmu Planet

Rover NASA Ungkap Formasi ‘Sisik Naga’ Misterius di Permukaan Mars, Temuan yang Mengguncang Ilmu Planet

Rover NASA Ungkap Formasi 'Sisik Naga' Misterius di Permukaan Mars, Temuan yang Mengguncang Ilmu Planet

Lensox – 26 April 2026 | Tim ilmuwan NASA mengumumkan penemuan mengejutkan yang diabadikan oleh rover Perseverance pada wilayah Jezero Crater, Mars. Gambar beresolusi tinggi menunjukkan pola berulang menyerupai sisik naga yang belum pernah terdeteksi sebelumnya pada permukaan planet merah. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang proses geologi Mars serta potensi kondisi lingkungan yang berbeda dari yang diperkirakan.

Detail Penemuan dan Metode Pengamatan

Rover Perseverance dilengkapi dengan kamera Mastcam-Z dan SuperCam yang mampu merekam gambar dalam spektrum visual hingga inframerah. Pada hari ke-210 misi, rover memotret sebuah zona batuan bertekstur mengkilap. Analisis awal mengidentifikasi pola berulang yang menyerupai sisik, dengan ukuran sekitar 30 hingga 45 sentimeter per unit.

Baca juga:

Tim geolog NASA melakukan tiga tahapan verifikasi: pertama, inspeksi visual oleh insinyur di Jet Propulsion Laboratory (JPL); kedua, pemetaan tiga dimensi menggunakan data Lidar; dan ketiga, analisis kimia permukaan menggunakan instrumen PIXL. Hasil kimia menunjukkan konsentrasi besi oksida tinggi, mengindikasikan proses oksidasi lama yang dapat membentuk lapisan pelindung menyerupai sisik.

  • Ukuran pola: 30‑45 cm per unit
  • Konsentrasi besi oksida: 12‑15 % berat
  • Lokasi: Jezero Crater, koordinat 18.4° S, 77.5° E

Interpretasi Ilmiah dan Spekulasi

Para ahli geologi mengemukakan beberapa hipotesis mengenai asal‑usul formasi sisik naga ini. Salah satu teori menyarankan proses metamorfik akibat tekanan dan suhu tinggi ketika lava mengalir di bawah permukaan, kemudian mengeras menjadi lapisan berlapis. Alternatif lain mengaitkan pola tersebut dengan aktivitas air beku yang dapat mengikis batuan menjadi bentuk berstruktur.

“Jika pola ini memang hasil dari aliran lava yang terperangkap, maka kita menemukan bukti baru tentang aktivitas vulkanik yang lebih kompleks di Mars daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Dr. Maya Santoso, kepala tim geologi di NASA.

Baca juga:

Selain itu, spekulasi tentang kemungkinan peran mikroorganisme masih menjadi bahan perdebatan. Meskipun tidak ada bukti langsung mengenai kehidupan, struktur berulang dapat menjadi habitat mikroba pada masa lalu, jika kondisi lingkungan memungkinkan.

Penemuan ini juga menambah dimensi baru pada pemahaman tentang sejarah iklim Mars. Lapisan sisik yang mengandung besi oksida dapat menandakan periode oksidatif yang lebih intens, yang berpotensi mengubah pandangan ilmuwan tentang perubahan atmosferik planet ini.

NASA berencana untuk mengirimkan sampel batuan yang mengandung formasi sisik naga ini kembali ke Bumi melalui misi Artemis berikutnya. Analisis laboratorium di Bumi diharapkan dapat memberikan detail mineralogi yang tak dapat dicapai oleh instrumen onboard rover.

Baca juga:

Secara keseluruhan, formasi sisik naga di Mars membuka babak baru dalam eksplorasi planet. Penelitian lanjutan akan memanfaatkan data spektral, simulasi laboratorium, dan model komputer untuk mengungkap proses pembentukan yang sesungguhnya. Setiap langkah selanjutnya membawa harapan bahwa misteri Mars akan semakin terungkap, menginspirasi generasi ilmuwan dan penjelajah luar angkasa.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *