Lensox – 26 April 2026 | Oklahoma City Thunder menegaskan dominasinya atas Phoenix Suns di Game 3 babak pertama playoff dengan skor 121‑109, mengukuhkan keunggulan seri 3‑0 dan semakin mengencangkan harapan mereka melaju ke putaran berikutnya.
Penampilan luar biasa Shai Gilgeous‑Alexander
Shai Gilgeous‑Alexander (SGA) kembali menjadi bintang utama dengan mencetak 42 poin, rekor tertinggi dalam karier playoffnya. Ia menembak 15 dari 18 tembakan, termasuk 14 tembakan dua angka yang berhasil, serta menyumbang delapan assist dan tiga turnover dalam 38 menit bermain. Keefisienannya terlihat jelas: 8 tembakan dari dalam cat masuk semua, dan 11 dari 12 lemparan bebas berhasil.
Pelatih kepala Thunder menekankan bahwa SGA tidak lagi hanya mengandalkan atletisitas, melainkan juga pemikiran taktis yang lebih matang. “Dia mulai memikirkan permainan lebih jauh, bukan sekadar mengandalkan kemampuan fisik,” ujar veteran Alex Caruso setelah pertandingan.
Dinamika pertahanan Suns dan penyesuaian Thunder
Phoenix mencoba berbagai skema penjagaan, memulai dengan menugaskan guard 6‑foot‑1 Collin Gillespie untuk menandingi SGA. Namun, pertahanan tersebut tidak mampu menahan gerakan dinamis sang pemain Oklahoma City. Pelatih Suns Jordan Ot mengaku, “Kami mencoba berbagai matchup, tetapi dia terus memutar kami sepanjang malam.”
Selain itu, absennya Jalen Williams karena cedera dan Chet Holmgren yang masuk dalam masalah foul membuat Thunder harus mengatur ulang pola serangan. SGA menegaskan perannya, “Terlepas dari siapa yang ada di lapangan, saya tetap bermain sesuai dengan peran saya,” menegaskan komitmen pribadi terhadap tim.
- Skor akhir: Thunder 121 – Suns 109
- SGA: 42 poin, 8/8 dalam paint, 14/15 dua poin, 11/12 lemparan bebas
- Assist: 8, Turnover: 3, Rebound: 5
- Waktu bermain SGA: 38 menit
- Keunggulan seri: 3‑0
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja tim. Pemain sayap lain seperti Lu Dort dan Josh Giddey memberikan dukungan defensif yang solid, sementara Chet Holmgren, meski terbatas oleh foul, tetap memberikan kontribusi penting di area post.
Kemenangan ini sekaligus menempatkan Suns dalam posisi tertekan, hanya selisih satu kemenangan dari kemungkinan sweep. Pemain veteran Phoenix, termasuk Deandre Ayton dan Kevin Durant, harus menemukan cara mengembalikan kepercayaan diri agar tidak melanjutkan tren kebobolan.
Dengan keunggulan 3‑0, Thunder berada dalam posisi yang menguntungkan untuk mengontrol tempo seri selanjutnya. Sementara itu, Suns harus segera melakukan penyesuaian taktik, terutama dalam menahan penetrasi SGA yang kini menjadi ancaman utama.
Para analis NBA memandang bahwa performa SGA pada malam itu menandai titik balik penting dalam kariernya. “Dia menjadi pemain yang tidak hanya dapat mencetak angka, tetapi juga mengatur permainan,” kata analis veteran.
Ke depan, Thunder diprediksi akan melanjutkan tekanan mereka, mengandalkan kombinasi kecepatan, pertahanan keras, dan eksekusi tembakan yang tepat. Jika SGA tetap dalam performa serupa, peluang Thunder untuk menjuarai konferensi Barat semakin besar.
Bagi Suns, tantangan utama adalah menemukan cara menghentikan serangan interior Thunder serta mengoptimalkan peran veteran mereka dalam mencetak poin dari jarak menengah.
Secara keseluruhan, pertandingan Thunder vs Suns ini menegaskan bahwa keunggulan strategi, kedalaman skuad, dan penampilan individu dapat menentukan arah sebuah seri playoff.






