Lensox – 20 April 2026 | Bayern Munich mengukuhkan dominasinya di liga Jerman dengan mengamankan gelar ke-13 dalam 14 musim berkat kemenangan 4-2 melawan Stuttgart pada laga penutup Bundesliga 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Allianz Arena itu menjadi sorotan utama setelah rival utama, Borussia Dortmund, kalah 2-1 dari Hoffenheim pada hari sebelumnya, menjadikan Bayern tak terbendung dengan selisih poin 15.
Stuttgart memulai laga dengan cepat, mencetak gol pembuka yang memberi harapan bagi tim tuan rumah. Namun, serangan Bayern yang dipimpin oleh Vincent Kompany tidak lama kemudian menelan gol melalui Raphael Guerreiro, diikuti Nicolas Jackson, Alphonso Davies, dan Harry Kane. Gol-gol tersebut tidak hanya menambah pundi poin, tetapi juga menegaskan kembali kehebatan lini serang Bayern yang telah mencetak 109 gol musim ini, melampaui rekor tertinggi sebelumnya yaitu 101 gol pada musim 1971/72.
Berikut statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: Bayern Munich 4 – 2 Stuttgart
- Gol Bayern: Raphael Guerreiro, Nicolas Jackson, Alphonso Davies, Harry Kane
- Gol Stuttgart: Gol pembuka (nama pemain tidak disebutkan), gol konsolasi di menit akhir
- Poin Bayern setelah pertandingan: 80
- Selisih poin atas Dortmund: 15
Rekor pertahanan Bayern juga tetap impresif, hanya mengizinkan 28 kebobolan, menjadikannya tim dengan pertahanan terkuat di klasemen. Kombinasi serangan yang tajam dan pertahanan kokoh menjadi faktor kunci dalam mencatatkan 35 gelar Bundesliga, jauh melampaui rekor klub lain seperti Nuremberg yang hanya memiliki 9 gelar.
Kepemimpinan Vincent Kompany, yang baru menjabat sebagai pelatih sejak musim 2024/25, terbukti sukses. Pada musim pertamanya, ia berhasil membawa Bayern meraih titel, menambah koleksi trofi pribadi setelah berhasil mengangkat Championship bersama Burnley pada 2022/23. Kompany tidak hanya mengandalkan taktik ofensif, tetapi juga menumbuhkan pemain-pemain muda menjadi bintang, seperti Konrad Laimer yang kini dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di Eropa.
Penampilan Harry Kane menjadi sorotan khusus. Musim ini, Kane tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan sebagai playmaker utama, menunjukkan evolusi menjadi pemain serba bisa. Kinerjanya menempatkan Kane dalam percakapan serius untuk penghargaan Ballon d’Or, bersaing dengan rekan setimnya seperti Serge Gnabry dan Michael Olise yang juga tampil gemilang.
Di luar kompetisi domestik, Bayern Munich tetap berambisi menambah trofi internasional. Tim Belgia ini kini bersiap menghadapi Paris Saint-Germain di semifinal Champions League setelah mengeliminasi Real Madrid, serta berhadapan dengan Bayer Leverkusen di semifinal DFB-Pokal. Jika berhasil, Bayern dapat menutup musim dengan empat trofi sekaligus.
Sejarah panjang Bayern di Bundesliga mencerminkan konsistensi dan kemampuan beradaptasi. Mencetak 109 gol musim ini menandai pencapaian luar biasa, menembus rekor lama yang bertahan selama setengah abad. Dengan lima pertandingan tersisa, kemungkinan rekor tersebut akan semakin tak tertandingi untuk generasi mendatang.
Secara keseluruhan, kemenangan 4-2 atas Stuttgart tidak hanya menambah satu poin lagi, melainkan menutup babak gemilang sebuah tim yang terus menorehkan sejarah. Bayern Munich kini menatap akhir musim dengan keyakinan penuh, siap menambah koleksi trofi dan menegaskan posisi sebagai klub paling sukses di Jerman.






