Lensox – 27 April 2026 | Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, kembali menjadi sorotan utama menjelang laga krusial pekan ke-30 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dipastikan berlangsung tanpa penonton setelah keputusan kepolisian memindahkan venue dari Malang. Meski tanpa atmosfer suporter, rivalitas Jatim tetap menggelora.
Strategi dan Pengamatan Tavares Menjelang Derby Jatim
Menurut pernyataan langsung dari pelatih, Tavares belum menentukan skuad inti karena masih memantau kondisi fisik dan mental para pemain pasca kemenangan 2-0 atas Malut United. Ia menegaskan pentingnya analisis mendalam terhadap lawan, terutama taktik ofensif Arema yang kerap mengandalkan serangan cepat dari sisi sayap. “Kita akan lihat siapa yang paling siap, lalu susun rencana menyesuaikan dengan karakter lawan,” ujar Tavares dalam konferensi pers di kantor klub.
Berbagai skenario formasi telah dipersiapkan, mulai dari 4-3-3 yang menitikberatkan pada pressing tinggi hingga 3-5-2 yang lebih fleksibel dalam transisi. Tavares juga menguji beberapa pemain cadangan di sesi latihan intensif di markas Persija, Jakarta, untuk menilai kesiapan mereka menghadapi tekanan derby.
- Formasi utama yang dipertimbangkan: 4-3-3 dengan Pedro Matos sebagai penyerang utama.
- Opsional: 3-5-2 dengan Francisco Rivera bermain lebih dalam sebagai playmaker.
- Prioritas: kebugaran Bruno Moreira (kapten) dan kiper Ernando Ari yang absen beberapa pertandingan terakhir.
Faktor Kunci: Kondisi Fisik dan Momentum Positif
Setelah dua kekalahan beruntun melawan Persija (0-3) dan Madura United (1-2), kemenangan melawan Malut United menjadi angin segar bagi tim. Statistik menunjukkan Persebaya menguasai 45% penguasaan bola tetapi mampu memanfaatkan peluang dengan klinis, mencetak dua gol meski hanya memiliki empat tembakan tepat sasaran.
Kondisi fisik menjadi tantangan utama. Jadwal yang padat, termasuk pertandingan tandang di Maluku Utara, menambah beban pada pemain inti. Tavares menekankan rotasi pemain untuk menghindari cedera lebih lanjut, terutama pada lini tengah yang telah mengalami beberapa absen karena masalah otot.
Di sisi lain, pemain asing Milos Raickovic menegaskan kesiapan dirinya untuk memberikan kontribusi maksimal. “Setiap latihan harus 100 persen, dan itu akan tercermin di lapangan,” kata Raickovic, menambah kepercayaan diri skuad.
Statistik pertemuan historis antara Persebaya dan Arema juga menjadi bahan pertimbangan. Dalam 10 pertemuan sejak 2020, Persebaya belum terkalahkan, dengan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Rekor ini memberikan dorongan mental bagi Tavares untuk menyiapkan strategi yang menekankan pertahanan solid sekaligus serangan balik cepat.
Selain taktik, faktor eksternal seperti cuaca Bali pada sore hari dan kondisi lapangan basah diprediksi memengaruhi pola permainan. Tavares menginstruksikan tim untuk berlatih dengan bola basah guna menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.
Dengan lima hari persiapan menjelang derby, latihan intensif difokuskan pada pola serangan balik, pressing terkoordinasi, dan set-piece. Pelatih menambahkan bahwa komunikasi antar pemain akan menjadi kunci untuk mengatasi tekanan tanpa kehadiran suporter di stadion.
Berita lain menyebut bahwa Arema FC juga tengah mempersiapkan formasi defensif yang kuat setelah hasil imbang melawan Persib Bandung. Namun, Persebaya mengandalkan kecepatan sayap kiri Pedro Matos dan kreativitas Francisco Rivera untuk membuka celah pertahanan lawan.
Dengan posisi klasemen sementara, Persebaya berada di urutan keenam dengan 45 poin, sementara Arema menempati posisi kesepuluh dengan 39 poin. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian rivalitas, tetapi juga peluang bagi Persebaya untuk menembus lima besar.
Kesimpulannya, Bernardo Tavares tetap berada dalam proses finalisasi skuad, menunggu hasil pemeriksaan medis dan kebugaran pemain utama. Keputusan akhir diperkirakan akan diumumkan pada hari pertandingan, menjelang sesi kickoff di Stadion Dipta.






