Beranda / Sepakbola / De Zerbi Janjikan Makan Malam Mewah untuk Skuad Tottenham, Optimistis Kalahkan Brighton Hindari Degradasi

De Zerbi Janjikan Makan Malam Mewah untuk Skuad Tottenham, Optimistis Kalahkan Brighton Hindari Degradasi

De Zerbi Janjikan Makan Malam Mewah untuk Skuad Tottenham, Optimistis Kalahkan Brighton Hindari Degradasi

Lensox – 19 April 2026 | Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, kembali menegaskan tekadnya untuk mengubah nasib tim dengan cara yang tak biasa. Menjelang laga kandang melawan mantan klubnya, Brighton & Hove Albion, pada Sabtu 18 April 2026, De Zerbi mengumumkan akan mentraktir skuadnya makan malam mewah bila mereka berhasil meraih kemenangan. Janji tersebut bukan sekadar insentif kuliner, melainkan bagian dari strategi membangun kebersamaan dan memperkuat mentalitas pemain di tengah krisis degradasi.

Menurut laporan yang dihimpun dari berbagai media, De Zerbi menekankan bahwa permasalahan utama Tottenham bukan sekadar teknis, melainkan mental. “Mereka tidak perlu berkembang lagi sebagai pemain saat ini. Untuk mencapai target, kami tidak perlu menjadi lebih baik dengan atau tanpa bola. Kami harus lebih kuat secara mental, memiliki karakter, dan membangun hubungan yang lebih erat antar pemain,” ujarnya. Pernyataan ini diiringi dengan aksi nyata: beberapa hari sebelum pertandingan, seluruh skuad menggelar makan malam di sebuah restoran mewah di London, di mana De Zerbi menggunakan kesempatan itu untuk mendengarkan keluhan, aspirasi, dan perasaan masing‑masing pemain.

Dalam suasana yang lebih santai itu, De Zerbi menegaskan pentingnya rasa bangga mengenakan seragam klub serta kepercayaan diri. Ia terlihat emosional saat memegang lambang Tottenham di dadanya, menandakan betapa seriusnya ia menanggapi situasi tim. Saat itu, Spurs berada di zona degradasi, tanpa kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir di Liga Inggris, serta menempati posisi ke‑18 dengan 30 poin dari 32 pertemuan.

Keputusan De Zerbi untuk menyoroti aspek psikologis tidak lepas dari fakta bahwa kapten tim, Cristian Romero, dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera lutut. Kekosongan di lini pertahanan menambah beban pada pemain lain. Oleh karena itu, De Zerbi meminta beberapa pemain untuk mengambil peran kepemimpinan, antara lain Micky van de Ven, Dominic Solanke, Joao Palhinha, serta Rodrigo Bentancur. Ia menambahkan, “Saya ingin mendorong Solanke karena dia salah satu striker terbaik di Premier League. Saya ingin dia lebih kuat secara karakter di lapangan.”

Selain itu, De Zerbi menilai Xavi Simons sebagai sosok muda yang sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan melalui keberanian menguasai bola dalam tekanan. Pemain lain seperti James Maddison, yang baru kembali berlatih ringan setelah cedera lutut, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan baik secara teknis maupun mental.

Daftar pemain yang masih dalam proses pemulihan mencakup:

  • Wilson Odobert
  • Mohammed Kudus
  • Dejan Kulusevski
  • Cristian Romero
  • James Maddison
  • Guglielmo Vicario
  • Ben Davies
  • Rodrigo Bentancur

Walaupun Maddison telah kembali berlatih, De Zerbi menegaskan tidak akan memaksakan pemain yang belum sepenuhnya siap, dengan catatan, “Kami hanya menurunkan pemain yang betul‑betul siap. Bagi saya, lebih baik kalah pada satu pertandingan daripada menambah cedera baru.”

Strategi makan malam bersama ternyata menjadi simbol penting dalam upaya De Zerbi menumbuhkan ikatan antar pemain. Ia menyatakan, “Saya selalu percaya hubungan manusia. Saya percaya adanya jiwa. Sebelum berbicara soal taktik, permainan, atau pergerakan dengan atau tanpa bola, pertama‑tama yang perlu diingat adalah saya bekerja dengan manusia, dengan semua masalah mereka.” Janji traktir makan malam setiap kemenangan sekaligus menjadi motivasi tambahan, mengingat tim hanya memiliki enam laga tersisa untuk mengamankan posisi di Liga Inggris.

Jika Tottenham berhasil mengalahkan Brighton, bukan hanya tiga poin yang didapat, melainkan dorongan moral yang dapat memicu perubahan positif di sisa musim. Namun, kegagalan berarti semakin dekatnya tim pada kemungkinan degradasi, fenomena yang belum terjadi sejak musim 1976/1977. De Zerbi menutup pernyataannya dengan keyakinan tinggi, “Saya tetap positif. Saya siap bertarung,” menegaskan tekadnya untuk menjaga Spurs tetap berada di level tertinggi kompetisi.

Dengan pendekatan yang menekankan aspek kemanusiaan, kepemimpinan, serta kebersamaan, De Zerbi berharap Tottenham dapat mengatasi krisis mental, menambah kemenangan, dan menghindari nasib buruk yang mengintai di ujung liga.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *