Lensox – 24 April 2026 | Minggu pertama Mutua Madrid Open 2026 menyuguhkan kontras tajam antara para petenis papan atas dan pendatang baru yang menorehkan prestasi mengesankan. Dari pertarungan sengit Aryna Sabalenka melawan Peyton Stearns hingga kemenangan dominan Iga Swiatek, serta keberhasilan ganda putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, turnamen ini membuktikan dirinya sebagai panggung drama tenis dunia.
Sabalenka Terpaksa Berjuang Keras di Babak Pertama Putra
Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia, memulai kampanye mempertahankan gelar Madrid Open dengan menghadapi petenis Amerika, Peyton Stearns. Pertandingan berlangsung selama satu jam tiga puluh lima menit, berakhir dengan skor 7-5, 6-3 untuk Sabalenka. Meskipun hasil akhir terlihat nyaman, perlawanan Stearns hampir mengancam momentum sang juara.
Stearns memaksa tiga break point pada game pembuka dan berhasil menelan delapan poin berturut‑turut, bahkan mematahkan servis Sabalenka tanpa kehilangan poin untuk mengungguli satu break sebelum pergantian set. Sabalenka kemudian menunjukkan ketangguhan mental, berhasil merebut kembali break pada game ke‑13 dan mengonversi empat dari dua belas break point yang dimilikinya, persentase 33 persen.
“Saya hanya senang bisa menang. Mungkin tidak seindah itu, tetapi saya merasa jauh lebih baik di lapangan menjelang akhir pertandingan,” ujar Sabalenka kepada wartawan WTA. Ia menambahkan bahwa ketinggian dan kondisi lapangan Madrid menambah tantangan ekstra.
Kemenangan ini membawa Sabalenka melaju ke babak ketiga, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Jacqueline Cristian pada 25 April.
Swiatek Menunjukkan Dominasi Tanpa Perlawanan
Sementara itu, unggulan ke‑4 Iga Swiatek memulai debutnya di Madrid Open dengan kemenangan telak 6-1, 6-2 atas Daria Snigur, petenis kualifikasi asal Ukraina. Pertandingan selesai dalam 61 menit, menandakan kesiapan Swiatek menjelang fase selanjutnya.
Swiatek mencatat 16 winner, sementara Snigur hanya menghasilkan tujuh. Kesalahan tidak dipaksa Snigur melakukan 22 kesalahan langsung, termasuk serangkaian double fault pada servis pertama yang memberikan break langsung kepada Swiatek.
Di set kedua, Swiatek sempat tertinggal 0-2, namun segera bangkit dan hanya kehilangan tujuh poin dalam enam game berikutnya. Lawan berikutnya bagi Swiatek di babak ketiga adalah Ann Li, unggulan ke‑31, yang sebelumnya menyingkirkan Alycia Parks dengan skor 6-2, 6-7(5), 6-3.
Ganda Putri Indonesia Membuat Kejutan Besar
Di sektor ganda putri, pasangan Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen menulis sejarah dengan menyingkirkan duet top dunia, Marta Kostyuk dan Clara Tauson, dalam pertandingan yang penuh tensi. Pada set pertama, pasangan Indonesia membuka keunggulan 6-3 berkat tiga break servis yang sukses.
Set kedua berujung pada tie‑break setelah skor 6-6. Dalam tie‑break, Sutjiadi/Tjen menampilkan permainan agresif, mematahkan servis lawan tiga kali dan menutupinya dengan skor 7-1, memastikan mereka melaju ke babak berikutnya.
Keberhasilan ini menandai kemenangan ketiga Janice Tjen di level WTA 1000 pada tahun 2026, setelah meraih sukses di Dubai dan Indian Wells. Janice pun mencatat rekor sebagai pemain Indonesia pertama yang memenangkan sekaligus pertandingan tunggal dan ganda di Madrid Open.
Poin Penting dan Statistik Utama
- Aryna Sabalenka: 7-5, 6-3 vs Peyton Stearns; 33% konversi break point.
- Iga Swiatek: 6-1, 6-2 vs Daria Snigur; 16 winner, 22 kesalahan lawan.
- Aldila Sutjiadi/Janice Tjen: 6-3, 7-6(1) vs Kostyuk/Tauson; tie‑break 7-1.
- Elina Svitolina terpaksa menyerah 3-6, 4-6 melawan Anna Bondar.
- Rafael Nadal berlatih di lapangan sementara di dalam stadion Bernabeu, menandakan persiapan untuk turnamen selanjutnya.
Turnamen ini juga menampilkan kehadiran petenis top dunia lainnya, termasuk Coco Gauff yang bersama Robin Montgomery melaju ke babak kedua setelah mengalahkan Irina Khromacheva dan Giuliana Olmos 6-3, 6-4.
Dengan kondisi lapangan yang menantang dan atmosfer Madrid yang bersemangat, para pemain harus menyesuaikan taktik mereka. Ketinggian kota dan jenis tanah liat yang lebih lambat menuntut adaptasi cepat, terutama bagi pemain yang baru pertama kali bertanding di sini.
Secara keseluruhan, Madrid Open 2026 memperlihatkan kombinasi antara ketangguhan pemain veteran dan kebangkitan bintang baru, menjanjikan pertarungan seru hingga putaran selanjutnya.
Para penonton dapat menantikan aksi-aksi menegangkan di hari‑hari berikutnya, termasuk kemungkinan pertemuan antara Sabalenka dan Swiatek di babak selanjutnya, yang dapat menjadi salah satu duel paling dinanti dalam kalender WTA.
Dengan sorotan global, Madrid Open kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu turnamen WTA 1000 paling prestisius, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi pemain yang ingin menancapkan namanya di puncak peringkat dunia.









