Lensox – 06 Mei 2026 | Pertandingan pekan ini di Copa Libertadores menegangkan kembali ketika Boca Juniors melawat ke Guayaquil untuk menghadapi Barcelona SC. Tim asal Argentina yang dipimpin pelatih Claudio Úbeda hanya mampu menahan serangan lawan selama 90 menit, namun gagal memecah kebuntuan dan akhirnya menelan kekalahan tipis 1-0. Gol tunggal tercipta lewat tendangan keras Héctor Villalba pada menit-menit akhir pertama babak, sementara Boca harus berjuang melawan cedera awal dan kartu merah yang menambah beban mental pemain.
Kejutan Barcelona SC di Guayaquil
Barcelona SC tampil sebagai underdog, namun mereka memanfaatkan kondisi lapangan yang kurang bersahabat untuk menekan pertahanan Boca. Pemain tengah Boca, yang harus keluar karena cedera pada menit ke-24 setelah tabrakan keras dengan Byron Castillo, digantikan oleh Javi García. Sementara itu, bek kanan Boca mengalami performa berfluktuasi, menciptakan peluang berbahaya namun gagal mengoptimalkannya. Pada babak pertama, Boca sempat menguasai bola dan menciptakan peluang lewat tendangan silang berlebih, namun kiper Barcelona berhasil menangkis setiap usahanya.
- Gol: Héctor Villalba (Barcelona SC) – menit 12
- Kartu Merah: Santiago Ascacibar (Boca) – menit 68
- Cedera: Pemain kunci Boca – keluar pada menit 24
- Statistik Penguasaan Bola: Barcelona 55% – Boca 45%
Implikasi Grup D dan Tantangan Boca ke Depan
Kekalahan ini menambah tekanan pada Boca Juniors di Grup D. Setelah sebelumnya mengalami kekalahan di Brazil, tim kini berada di posisi yang kurang menguntungkan, dengan tiga poin yang harus diperjuangkan dalam dua laga tersisa. Pertandingan selanjutnya melawan Cruzeiro di La Bombonera menjadi sangat krusial untuk menjaga harapan lolos ke fase knockout. Sementara itu, rival grup lain juga menambah dinamika, seperti Lanús yang harus menelan kekalahan 4-0 melawan Always Ready di Bolivia, menunjukkan betapa faktor ketinggian dan kondisi lapangan dapat menjadi penentu hasil.
Dengan satu kartu merah dan cedera pemain penting, Boca harus menata strategi defensifnya tanpa mengorbankan potensi serangan. Pelatih Úbeda diperkirakan akan menurunkan formasi yang lebih konservatif, menitikberatkan pada pertahanan solid dan memanfaatkan serangan balik cepat. Di sisi lain, Barcelona SC menunjukkan bahwa mereka mampu menantang tim besar dengan taktik yang terorganisir dan keuletan mental, menjadikan mereka ancaman serius dalam kompetisi ini.
Jika Boca tidak mampu bangkit dalam dua laga berikutnya, peluang mereka melaju ke fase knockout akan semakin kecil. Namun, dukungan dari suporter di La Bombonera dan pengalaman dalam kompetisi internasional dapat menjadi faktor penentu. Pertarungan di Copa Libertadores terus berlanjut, menanti siapa yang akan bertahan dan siapa yang harus menelan kekecewaan.






