Beranda / Sepakbola / Persis Solo Arema: Kekalahan 0-2 di Kandang Arema FC Bikin Milo Seslija Kecewa

Persis Solo Arema: Kekalahan 0-2 di Kandang Arema FC Bikin Milo Seslija Kecewa

Persis Solo Arema: Kekalahan 0-2 di Kandang Arema FC Bikin Milo Seslija Kecewa

Lensox – 20 April 2026 | Persis Solo kembali terpuruk setelah menelan kekalahan 0-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan tipis Singo Edan itu menambah tekanan pada Laskar Sambernyawa yang kini berada di zona merah klasemen. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina, Milomir “Milo” Seslija, menyatakan bahwa pertandingan tersebut merupakan laga terburuk dalam perjalanan musim ini.

Detail Pertandingan dan Dampak pada Klasemen

Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu sore (18 April 2026) memperlihatkan dominasi Arema FC sejak peluit pertama. Serangan balik cepat dan pressing tinggi membuat Persis Solo kesulitan menguasai bola. Gol pertama tercipta lewat tendangan bebas Arema pada menit ke-23, diikuti gol kedua pada menit ke-57 setelah serangan terorganisir yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Persis.

Baca juga:

Kekalahan ini menurunkan Persis Solo ke peringkat 16 dengan total 24 poin dari 28 laga, hanya selisih satu poin dari Persijap Jepara yang menempati peringkat 15. Madura United, yang berada di peringkat 14, unggul dua poin. Dengan enam pertandingan tersisa, Persis Solo berada dalam zona degradasi yang sangat ketat.

  • Skor akhir: Persis Solo 0 – 2 Arema FC
  • Poin Persis Solo: 24 (dari 28 pertandingan)
  • Posisi klasemen: 16
  • Zona degradasi: peringkat 16-18

Pernyataan Milo Seslija: Harapan di Balik Kekecewaan

Setelah pertandingan, Milo Seslija menegaskan bahwa peluang Persis Solo untuk lolos dari degradasi masih terbuka. “Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo terasa seperti misi mustahil. Namun kini kami sudah mengubahnya menjadi misi yang mungkin,” ujar Milo dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa progres tim selama putaran kedua cukup signifikan. Pada putaran pertama, Persis hanya mengumpulkan 10 poin dan berada di dasar klasemen. Sekarang, jarak mereka hanya satu hingga dua poin dari zona aman. “Kami hanya perlu memainkan sepak bola yang sederhana dan mengikuti instruksi pelatih. Namun di laga melawan Arema, hasilnya berbalik,” kata Milo.

Pelatih berusia 61 tahun itu menekankan pentingnya motivasi pemain menjelang enam pertandingan terakhir. “Jika kami menghadapi tim yang bagus, ini menjadi momentum untuk berkembang baik sebagai tim maupun individu. Kami tidak akan menyerah,” tambahnya.

Baca juga:

Menurut Milo, kualitas lawan dan tekanan pertandingan merupakan hal yang wajar dalam sepak bola. “Kekalahan ini menjadi peringatan bagus bagi kami. Kami harus bangkit karena ini bukan akhir dari segalanya,” tutupnya.

Persis Solo kini harus mengoptimalkan potensi poin maksimal 18 dari enam laga tersisa. Liga BRI Super League 2025/2026 memang dikenal sangat kompetitif; setiap tim memiliki peluang untuk mengalahkan tim lain bila bermain dengan konsistensi.

Berbagai strategi akan diterapkan, termasuk rotasi pemain, penyesuaian taktik bertahan, dan peningkatan efektivitas serangan balik. Pelatih juga menekankan pentingnya kebugaran fisik mengingat jadwal yang padat.

Secara keseluruhan, pertandingan melawan Arema FC menjadi titik balik yang menegaskan betapa tipisnya garis antara bertahan dan terdegradasi. Persis Solo harus memanfaatkan setiap peluang, sementara Arema FC semakin mengukuhkan posisi di papan atas klasemen.

Baca juga:

Dengan dukungan suporter dan tekad yang kuat, Laskar Sambernyawa masih memiliki peluang untuk menghindari zona merah dan menutup musim dengan posisi yang layak.

Penggemar Persis Solo diharapkan tetap mendukung timnya di laga-laga krusial mendatang, mengingat semangat juang yang masih tinggi meski menghadapi rintangan berat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *