Lensox – 20 April 2026 | Ratusan ribu warga Indonesia menantikan peluang karier di sektor koperasi desa setelah pemerintah mengumumkan kontrak dua tahun bagi Manajer Koperasi Merah Putih sebagai pegawai BUMN. Penempatan pertama akan dilakukan di PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah perusahaan milik negara yang menjadi tuan rumah program ini. Selama masa kontrak, para manajer akan bekerja di bawah skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan kinerja mereka akan menjadi faktor utama penentuan nasib selanjutnya.
Proses Rekrutmen dan Jumlah Pelamar
Rekrutmen nasional dijalankan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) bersama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Dari total 30.000 formasi manajer koperasi desa dan 5.467 formasi manajer kampung nelayan, pemerintah menerima lebih dari 383.830 pendaftar pada fase awal. Sekitar 220.364 pelamar mengincar posisi di koperasi desa, sementara 64.029 menargetkan program kampung nelayan. Pendaftaran dibuka pada 15 April 2026 dan ditutup pada 24 April 2026 melalui portal resmi phtc.panselnas.go.id.
Seleksi dilakukan secara terbuka dan merit‑based, tanpa biaya pendaftaran. Kandidat harus memenuhi syarat akademik D4/S1 dari semua jurusan serta melengkapi dokumen identitas, ijazah, dan surat pengalaman kerja. Setelah lolos tahap awal, peserta menjalani serangkaian tes kompetensi, wawancara, dan simulasi manajemen koperasi desa.
Skema Gaji dan Kompensasi
Walaupun pemerintah belum mengumumkan besaran gaji pasti untuk posisi tersebut, perkiraan dapat diambil dari kisaran gaji manajer di BUMN lainnya. Di PLN, manajer menerima antara Rp8,5 juta hingga Rp25 juta per bulan, sementara di Telkom Indonesia manajer trainee mendapatkan Rp7‑8 juta dan manajer senior hingga Rp39‑43 juta. Pertamina menempatkan gaji manajer pada Rp22,5 juta per bulan.
Dengan acuan tersebut, gaji Manajer Koperasi Merah Putih diperkirakan berada pada level menengah‑atas, menyesuaikan dengan wilayah penempatan, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja. Selain gaji pokok, pegawai PKWT BUMN biasanya memperoleh tunjangan kesehatan, transportasi, dan program kesejahteraan lainnya.
- Jumlah formasi: 30.000 manajer koperasi desa + 5.467 manajer kampung nelayan
- Pendaftar total: 383.830 orang
- Durasi kontrak: 2 tahun PKWT
- Penempatan awal: PT Agrinas Pangan Nusantara (BUMN)
- Gaji perkiraan: Rp8‑25 juta per bulan, tergantung BUMN penempatan
Setelah dua tahun bekerja di BUMN, manajer akan dipertimbangkan untuk penempatan permanen di koperasi desa masing‑masing. Keputusan akhir bergantung pada evaluasi kinerja, capaian target distribusi pangan, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi desa. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Ketua Satgas Kopdes Merah Putih, menegaskan bahwa penilaian kinerja akan menjadi dasar utama penetapan status kerja selanjutnya.
Program ini diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi lokal, karena koperasi desa berperan sebagai pusat distribusi sembako, pupuk, LPG, hingga layanan keuangan seperti BRILink. Dengan manajer yang terlatih dan berpengalaman, diharapkan layanan tersebut dapat berjalan lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada perantara, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Secara keseluruhan, peluang ini tidak hanya menawarkan karier yang menjanjikan bagi pencari kerja, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menggerakkan ekonomi desa secara massal. Keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh kualitas seleksi, kepastian kompensasi, dan kemampuan manajer dalam mengimplementasikan kebijakan BUMN di tingkat desa.









