Beranda / News / Gangguan KRL di Jakarta: Listrik Tersambar Petir, Green Line Hanya Operasi Hingga Serpong & Kebayoran

Gangguan KRL di Jakarta: Listrik Tersambar Petir, Green Line Hanya Operasi Hingga Serpong & Kebayoran

Gangguan KRL di Jakarta: Listrik Tersambar Petir, Green Line Hanya Operasi Hingga Serpong & Kebayoran

Lensox – 05 Mei 2026 | Ratusan penumpang KRL Commuter Line Green Line harus menunggu lama di Stasiun Tanah Abang pada Senin (4/5/2026) setelah jaringan listrik aliran atas (LAA) tersambar petir. Kejadian itu memaksa KAI Commuter menurunkan layanan pada rute Tanah Abang‑Rangkasbitung secara signifikan, sehingga kereta hanya dapat melaju hingga Stasiun Serpong dari arah Barat dan Stasiun Kebayoran dari arah Selatan.

Latar Belakang Gangguan Listrik

Menurut keterangan resmi dari KAI Commuter, percikan api muncul pada tiang LAA di antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji sekitar pukul 16.30 WIB. Petir yang menyambar tiang tersebut menyebabkan aliran listrik harus dimatikan sementara demi keselamatan penumpang dan peralatan. Tanpa pasokan listrik, sistem penggerak kereta pada jalur Green Line tidak dapat berfungsi, memaksa operator untuk menghentikan layanan di sebagian besar segmen jalur.

Baca juga:

Petir bukanlah fenomena baru bagi jaringan rel listrik di Jakarta, namun intensitas serangan kali ini cukup parah hingga menimbulkan percikan api yang mengakibatkan gangguan pada infrastruktur LAA. Tim teknisi KAI Commuter langsung melakukan pemadaman darurat, pemeriksaan visual, serta upaya perbaikan pada tiang yang terdampak.

Dampak Operasional dan Rekayasa Jalur

Untuk meminimalkan dampak bagi penumpang, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi. Berikut adalah penyesuaian layanan yang diterapkan:

  • Kereta dari arah Tanah Abang hanya dapat berangkat hingga Stasiun Kebayoran, kemudian kembali beroperasi ke Tanah Abang sebagai kereta baru (KA 1787D).
  • Kereta dari arah Rangkasbitung/Parung Panjang hanya dapat melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Serpong, lalu berbalik menuju Tanah Abang.
  • Antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji, layanan dihentikan total; penumpang diminta turun dan menunggu alternatif transportasi.
  • Seluruh jalur Green Line beroperasi dengan satu trek secara bergantian untuk mengurangi risiko tabrakan.

Penumpang yang berada di Stasiun Pondok Ranji dan Jurangmangu melaporkan kepadatan yang luar biasa. Beberapa pengguna bahkan melaporkan harus menunggu lebih dari satu jam karena antrean penumpang yang turun dari kereta yang tiba di stasiun akhir layanan. Foto‑foto dari media sosial menunjukkan antrian panjang di peron, serta penumpang yang berusaha mencari transportasi alternatif seperti bus kota dan ojek online.

Baca juga:

Selain gangguan operasional, peristiwa ini berdampak pada harga bahan bakar. Pada hari yang sama, PT Pertamina mengumumkan kenaikan harga solar dan Pertamax Turbo, menambah beban biaya perjalanan bagi penumpang yang harus beralih ke moda transportasi lain.

Manajemen KAI Commuter, melalui juru bicara Leza Arlan, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh pengguna layanan. Ia menegaskan bahwa tim teknis terus bekerja untuk menormalkan kembali aliran listrik di jaringan LAA, serta memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.

Pengguna layanan diharapkan menyesuaikan rencana perjalanan mereka, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan memanfaatkan informasi real‑time yang disediakan oleh aplikasi KAI Commuter. Meskipun layanan terbatas, kereta masih beroperasi secara reguler pada segmen yang tidak terdampak, sehingga perjalanan tetap memungkinkan meski dengan waktu tempuh yang lebih lama.

Baca juga:

Secara keseluruhan, gangguan ini menyoroti kerentanan infrastruktur listrik di jaringan transportasi perkotaan serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah daerah dan operator kereta diharapkan memperkuat sistem perlindungan tiang LAA, termasuk pemasangan peralatan penangkal petir yang lebih efektif.

Kondisi di lapangan masih dipantau secara intensif. Hingga sore hari, belum ada konfirmasi resmi mengenai perkiraan waktu pemulihan penuh layanan Green Line. Penumpang disarankan untuk terus memeriksa pembaruan jadwal melalui kanal resmi KAI Commuter atau media informasi publik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *