Lensox – 06 Mei 2026 | Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati) kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap jaringan pungli ESDM Jatim yang melibatkan pejabat tinggi dan rekan-rekannya. Penangkapan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Aris Mukiyono, serta pencarian intensif terhadap sosok yang disebut “anak ideologis” menandai langkah tegas aparat dalam memerangi praktik korupsi di sektor perizinan. Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas birokrasi provinsi dan menegaskan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap proses perizinan yang selama ini menjadi ajang pemerasan.
Kasus Pungli di Dinas ESDM Jawa Timur: Latar Belakang dan Pengungkapan
Pengungkapan dimulai dari laporan masyarakat yang mengaku diperas oleh oknum saat mengajukan izin usaha pertambangan dan energi. Penyidik Kejati kemudian melakukan serangkaian penggeledahan di kantor Dinas ESDM pada pertengahan April 2024, menemukan dokumen-dokumen yang menunjukkan adanya permintaan uang tambahan di luar ketentuan resmi. Bukti rekaman audio, catatan keuangan, serta saksi internal menguatkan dugaan praktik pungli yang berlangsung selama lebih dari tiga tahun, melibatkan sejumlah pejabat struktural dan mitra bisnis.
Peran Roy dan Upaya Kejati dalam Penindakan
Di balik nama Aris Mukiyono, muncul sosok Rollys Susanto Hariyono, atau yang lebih dikenal dengan nama Roy. Roy telah lama menjadi mitra dekat Aris sejak ia menjabat di Biro Perekonomian Setdaprov Jatim pada 2017, dan terus mengikuti jejak karier mantan atasannya hingga penempatan di Dinas ESDM. Menurut sumber internal, Roy berperan sebagai pengatur aliran uang pungli, bahkan mengusulkan proyek rehabilitasi gedung Dinas yang dianggap tidak diperlukan. Pada tahun 2025, ia dilaporkan meminta dana antara Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk keperluan “anggaran podcast” yang tak pernah terealisasi.
- April 2024: Kejati mengamankan kantor ESDM, menemukan bukti pungli.
- 17 April 2024: Penetapan tiga tersangka, termasuk Kadis Aris Mukiyono.
- Mei 2024: Penyidikan memperluas fokus pada Roy, yang kini menjadi buronan.
- Mei 2024: Staf Dinas mengembalikan uang ratusan juta yang diduga hasil pungli.
John Franky Ariandi Yanafia, Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan memasuki ranah jaminan reklamasi, melainkan terfokus pada praktik pungli itu sendiri. “Kami tidak masuk ke bidang reklamasi, karena fokus kami adalah menghentikan pungli yang merugikan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wagiyo Santoso, Aspidsus Kejati Jatim, menambahkan bahwa proses perizinan tetap berjalan normal, dengan penegakan prosedur yang ketat, untuk menghindari gangguan layanan publik.
Upaya menegakkan hukum tidak berhenti pada penetapan tersangka. Kejati juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengidentifikasi semua barang bukti, melacak aliran uang, dan mengumpulkan keterangan saksi yang masih diperlukan. Penyidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian diinstruksikan untuk menangkap Roy yang diyakini masih berada di dalam jaringan yang sama. Sementara itu, sejumlah staf Dinas yang terlibat dalam skema pungli telah diminta mengembalikan dana yang telah diterima, sebagai bagian dari proses restitusi.
Kasus ini memberikan dampak signifikan pada persepsi publik terhadap institusi pemerintah daerah. Masyarakat kini menuntut transparansi lebih besar dalam proses perizinan, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses. Kejaksaan berjanji akan memperkuat kerja sama dengan lembaga pengawas internal dan eksternal guna mencegah terulangnya praktik serupa. Di samping itu, Kejati berencana menyelenggarakan workshop anti‑korupsi bagi pegawai Dinas ESDM, dengan menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas.
Secara keseluruhan, penyelidikan pungli ESDM Jatim menunjukkan bahwa aparat penegak hukum siap menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik korupsi, tanpa memandang jabatan atau kedekatan politik. Langkah-langkah tegas ini diharapkan dapat menjadi efek jera, meningkatkan kepercayaan publik, serta memulihkan integritas birokrasi di provinsi yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan industri energi.






