Lensox – 07 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaksanakan rangkaian pelantikan 19 pejabat tinggi pratama di kantor Kementerian ESDM. Aksi ini menjadi bagian penting dari upaya Bahlil rombak ESDM demi percepatan target program kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penyediaan energi yang lebih bersih, terjangkau, dan mandiri.
Rombakan struktural di Kementerian ESDM
Pelantikan berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di Ruang Chairul Saleh, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Bahlil menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan upaya penyehatan organisasi dan pencarian formulasi tim yang lebih cepat dalam menanggapi target ambisius pemerintah. Ia menambahkan, semua pejabat yang dilantik harus menjaga komitmen, bersinergi, serta mengimplementasikan kebijakan prioritas sektor energi secara tepat sasaran.
- Dr. Erick Hutrindo, S.T., M.T. – Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral
- Rakhmawati, S.T. – Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara
- Joko Hadi Wibowo, S.T., M.T. – Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi
- Totoh Abdul Fatah, S.Si., M.A.P. – Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
- Dr. Asep Kurnia Permana, S.T., M.Sc. – Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara
- Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si. – Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara
- Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T., M.T. – Direktur Panas Bumi
- Noor Arifin Muhammad, S.T., M.SIE. – Direktur Bioenergi
- Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D. – Direktur Konservasi Energi
- Tony Susandy, S.T., M.B.A. – Direktur Energi Terbarukan
- Ryllo Ashuri Panay, AP., M.M. – Direktur Penanganan Aset Barang Bukti (Ditjen Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral)
- Ir. Yunus Saefulhak, M.M., M.T. – Inspektur II pada Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM
- Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc. – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
- Surya Herjuna, S.Hut., M.Si. – Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan
- Ir. Edi Wibowo, M.T. – Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
- Bayu Nugroho, S.T., M.B.A. – Kepala Pusat Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan Batubara
- Sumartono, S.H., S.E., M.T., M.H. – Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan pada Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional
- Chrisnawan Anditya, S.T., M.T. – Direktur Bahan Bakar Minyak pada BPH Migas
- Ir. Surya Widyantoro, S.T., M.T. – Deputi Eksploitasi pada SKK Migas
Penempatan Chrisnawan Anditya sebagai Direktur Bahan Bakar Minyak menandai langkah strategis Bahlil dalam memperkuat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Posisi ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara kebijakan upstream dan downstream, sekaligus mempercepat transisi energi nasional.
Strategi energi: Dari LPG ke CNG
Sebagai bagian dari rangkaian kebijakan energi, Bahlil juga mengumumkan rencana pemerintah untuk menghentikan impor LPG dan menggantinya dengan Compressed Natural Gas (CNG). Meskipun skema masih dalam tahap uji coba, Bahlil menegaskan bahwa harga CNG akan diupayakan setara atau bahkan lebih murah dibandingkan LPG 3 kg. Hal ini selaras dengan tujuan mengurangi devisa impor energi dan menekan beban subsidi negara.
Menurut pernyataan Bahlil, substitusi LPG ke CNG dapat menghemat devisa negara hingga Rp 130 triliun. Selain itu, penggunaan CNG diproyeksikan dapat menurunkan subsidi energi hingga 30 % karena CNG tidak memerlukan bahan baku C3 dan C4 yang harus diimpor. Pemerintah tengah menguji tabung CNG berkapasitas 3 kg (tipe 4), dengan tekanan kerja sekitar 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang berada pada rentang 5‑10 bar. Uji coba diperkirakan selesai dalam 2‑3 bulan, setelah mendapatkan persetujuan dari Lembaga Etil Gas Indonesia (Lemigas) mengenai standar keselamatan.
Langkah ini juga didukung oleh kebijakan subsidi yang tetap diberikan untuk CNG, sebagaimana disampaikan Bahlil di kantor kementerian. Ia menegaskan, “Subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” sambil menambahkan bahwa transisi ke CNG tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi domestik.
Dalam konteks kebijakan energi nasional, Bahlil menekankan pentingnya sinergi antara seluruh jajaran Kementerian ESDM, BPH Migas, dan lembaga terkait. “Kita hari ini melakukan pelantikan dalam rangka reorganisasi, dalam rangka penyehatan, dan mencari formulasi tim yang lebih cepat,” ujarnya. “Karena target dari Presiden sangat besar, maka kita melakukan percepatan dengan melakukan perubahan rolling‑rolling di kementerian.”
Dengan struktur baru yang lebih ramping dan fokus pada inovasi teknologi energi, Kementerian ESDM berharap dapat mempercepat realisasi program energi bersih, meningkatkan efisiensi operasional, serta menurunkan beban biaya energi bagi konsumen. Implementasi kebijakan CNG diproyeksikan akan dimulai pada akhir 2026, setelah semua standar keselamatan dan regulasi teknis selesai.
Secara keseluruhan, Bahlil rombak ESDM tidak hanya berupa pergantian nama pejabat, melainkan upaya komprehensif untuk menata ulang organisasi, memperkuat regulasi migas, dan menyiapkan fondasi energi masa depan yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, dukungan politik, serta kecepatan adaptasi industri dan konsumen terhadap teknologi CNG.
Jika semua elemen berjalan selaras, Indonesia dapat mencatat penurunan signifikan dalam impor LPG, peningkatan penggunaan energi domestik, serta penghematan devisa yang signifikan—sebuah langkah nyata menuju kemandirian energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.






