Lensox – 22 April 2026 | Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, kembali menegaskan visi strategis Indonesia lewat kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Pada 20 April 2026, delegasi MPR yang dipimpin Muzani meninjau lokasi pembangunan kawasan legislatif, termasuk gedung utama yang akan menjadi rumah bagi MPR, DPR, dan DPD. Kunjungan ini tidak hanya menyoroti aspek arsitektural, melainkan juga menilai percepatan infrastruktur yang mendukung relokasi lembaga negara.
Filosofi Desain Gedung MPR IKN
Menurut pernyataan Ahmad Muzani, desain Gedung MPR IKN mencerminkan filosofi keindonesiaan yang kokoh dan utuh. Geografis kawasan berbukit dan kontur alami dijadikan nilai tambah, sehingga bangunan diharapkan tampak megah sekaligus merefleksikan karakteristik bangsa. “Geografis dan kontur lokasinya sangat bagus, diselingi bukit‑bukit yang indah, sehingga nantinya gedung MPR akan terlihat megah dan menggambarkan keindonesiaan yang kokoh dan utuh,” ujar Muzani.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menambahkan bahwa arahan Presiden menekankan ketegasan, kelurusan, dan kewibawaan dalam setiap elemen desain. Filosofi ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol visual, melainkan juga menjadi inspirasi bagi pembuat kebijakan yang bekerja di dalamnya.
Progres Pembangunan IKN dan Dampaknya pada Lembaga Negara
Kunjungan sekaligus menjadi ajang apresiasi atas percepatan pembangunan IKN. Ahmad Muzani mencatat bahwa dalam kurun satu tahun terakhir, sejumlah infrastruktur strategis telah beralih dari tahap perencanaan ke realisasi fisik, termasuk bandara internasional, Istana Wakil Presiden, serta fasilitas ibadah dan kesehatan. Ia menilai bahwa kemajuan ini menegaskan kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan yang lengkap, meliputi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Dalam rangka memfasilitasi transisi, MPR juga merencanakan hunian khusus bagi sekitar 732 anggota, berupa apartemen dan rumah tapak. Rencana ini selaras dengan target penggunaan IKN pada tahun 2028, yang diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan bertahap dan terencana.
- Target penyelesaian gedung legislatif dan yudikatif: akhir 2027 – semester I 2028.
- Fasilitas pendukung yang telah selesai: bandara internasional, Istana Wakil Presiden, masjid negara, dan pusat kesehatan.
- Rencana hunian MPR: apartemen dan rumah tapak untuk 732 anggota.
- Filosofi desain: tegas, lurus, berwibawa, mencerminkan keindonesiaan yang kokoh.
Ahmad Muzani menegaskan bahwa proses perpindahan ASN akan dilaksanakan setelah seluruh infrastruktur dinyatakan siap, sesuai arahan Presiden. Ia menambahkan, “Pemindahan dilakukan pelan tapi pasti. Itu menunjukkan adanya perencanaan yang matang,” sambil menyoroti pentingnya kesiapan logistik dan sumber daya manusia.
Selain itu, desain Gedung MPR IKN mendapat persetujuan langsung dari Presiden, menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap identitas arsitektural kebangsaan. Muzani menyatakan bahwa gedung tersebut akan menjadi simbol keputusan besar negara, sekaligus memberikan semangat baru bagi anggota DPR, DPD, dan MPR dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Kunjungan tersebut juga melibatkan wakil ketua MPR, pimpinan fraksi, serta pejabat senior otorita IKN. Mereka bersama-sama meninjau persil lahan, kesiapan transportasi udara, serta fasilitas pendukung lainnya. Semua pihak menekankan pentingnya sinergi antar‑lembaga untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar.
Secara keseluruhan, Ahmad Muzani menggambarkan situasi dengan satu kata: megah. Ia menilai bahwa bangunan legislatif dan yudikatif yang sedang dibangun akan mencerminkan kebanggaan nasional, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mewujudkan ibu kota baru yang modern, berkarakter, dan berkelanjutan.
Dengan desain yang mengusung nilai keindonesiaan dan progres pembangunan yang cepat, Gedung MPR IKN diyakini akan menjadi ikon baru dalam lanskap politik Indonesia. Kesiapan infrastruktur, dukungan finansial, serta sinergi antar‑lembaga menjadi kunci utama agar visi besar ini dapat terealisasi tepat waktu, memberikan manfaat bagi generasi mendatang.









