Lensox – 28 April 2026 | Cahya Supriadi, kiper berusia 23 tahun milik PSIM Yogyakarta, kembali mengukir prestasi gemilang pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Dalam laga imbang 1-1 melawan Persija Jakarta yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ia berhasil mengamankan penghargaan Man of the Match berkat aksi-aksi krusial, termasuk menepis penalti yang hampir mengubah hasil pertandingan.
Penampilan Gemilang di Laga Persija
Pertandingan berlangsung pada sore hari Rabu, 22 April 2026, dan langsung menampilkan intensitas tinggi. Persija, yang dikenal dengan lini serang tajam, menekan PSIM sejak menit pertama. Pada menit ke-23, winger Maxwell Souza mendapatkan peluang penalti setelah terjegal di dalam kotak penalti. Cahya menunjukkan ketenangan luar biasa, menangkis tendangan yang hampir masuk ke sudut kanan atas gawang.
Setelah penyelamatan penalti, Cahya terus menunjukkan refleks cepat dengan melakukan serangkaian penyelamatan satu lawan satu. Pada menit ke-38, striker Persija mengirimkan tembakan keras ke sudut kiri bawah, namun bola meluncur melewati tiang gawang setelah digerakkan dengan cepat oleh Cahya. Penampilan tersebut tidak hanya menyelamatkan PSIM dari kebobolan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri lini pertahanan.
Di babak kedua, PSIM berhasil menyamakan kedudukan lewat gol tunggal pada menit ke-67, namun Persija kembali menekan. Pada menit ke-78, sebuah serangan balik Persija menghasilkan peluang emas, namun Cahya kembali menahan gawangnya dengan tegas, memblokir tembakan keras yang meleset tipis dari tiang. Akhir laga berakhir imbang 1-1, dengan Cahya mendapatkan pujian luas dari para pengamat.
Pandangan Pelatih dan Prospek Karier
Pelatih PSIM, Jean‑Paul van Gastel, tak ragu menyatakan kepuasannya terhadap performa putra mudanya. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Van Gastel menekankan bahwa Cahya merupakan pemain muda dengan potensi besar, terutama setelah terpilih masuk tim nasional Indonesia U‑22. “Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan sudah menunjukkan kualitas yang menjanjikan,” ujarnya.
Van Gastel juga menambahkan bahwa proses pembelajaran tetap penting. Ia mengingatkan bahwa kesalahan merupakan bagian alami dalam perkembangan seorang kiper. “Pemain muda pasti pernah membuat kesalahan, dan mereka harus belajar darinya untuk menjadi lebih matang,” kata Van Gastel, menekankan pentingnya mentalitas belajar.
Statistik pribadi Cahya sepanjang musim ini memperlihatkan konsistensi yang mengesankan. Ia telah menorehkan 27 penampilan, mencatatkan delapan clean sheet, dan hanya kebobolan 36 gol. Statistik tersebut menegaskan peran vitalnya dalam menjaga kestabilan lini belakang PSIM.
- Penampilan: 27 kali
- Clean sheet: 8 kali
- Kebobolan: 36 gol
- Usia: 23 tahun
- Panggilan ke Timnas Indonesia U‑22
Selain itu, Cahya juga menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan Man of the Match. “Bersyukur bisa menjadi Man of the Match dalam laga kemarin. Ini sebuah pencapaian yang baik untuk saya secara pribadi,” ungkapnya dalam wawancara singkat. Ia menambahkan bahwa melawan mantan klubnya, Persija, memberi sensasi tersendiri karena ia harus menunjukkan profesionalisme dan kemampuan terbaik.
Keberhasilan menepis penalti serta penyelamatan krusial lainnya meningkatkan nilai pasar Cahya di mata klub-klub besar maupun pencari bakat internasional. Beberapa pengamat mencatat bahwa performa konsisten di level liga domestik dapat membuka peluang bagi kiper muda Indonesia untuk menembus liga-liga Asia atau bahkan Eropa.
Dengan poin yang diperoleh dari hasil imbang melawan Persija, PSIM tetap berada di posisi menengah atas klasemen. Kedepannya, tim asuhan Van Gastel berharap dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki posisi di papan atas. Cahya, sebagai garda terdepan, diharapkan terus memberikan kontribusi stabilitas defensif.
Secara keseluruhan, penampilan Cahya Supriadi pada laga melawan Persija tidak hanya mengamankan satu poin penting bagi PSIM, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper muda paling menjanjikan di BRI Super League. Dengan dukungan pelatih, pengalaman internasional, dan mentalitas belajar yang kuat, perjalanan kariernya diprediksi akan terus menanjak di tahun-tahun mendatang.






