Beranda / Sepakbola / Persis Solo Raih Rekor 50% Menang Lawan Persija, Seslija Optimistis Curikan Poin di Dua Laga Kandang Akhir

Persis Solo Raih Rekor 50% Menang Lawan Persija, Seslija Optimistis Curikan Poin di Dua Laga Kandang Akhir

Persis Solo Raih Rekor 50% Menang Lawan Persija, Seslija Optimistis Curikan Poin di Dua Laga Kandang Akhir

Lensox – 30 April 2026 | Persis Solo kembali menjadi sorotan utama Liga BRI Super League setelah mencatat rekor mengesankan: 50 persen kemenangan melawan Persija Jakarta dalam pertemuan historis kedua tim. Pencapaian ini semakin menguatkan kepercayaan pelatih asal Serbia, Milomir Seslija, yang yakin timnya dapat mencuri poin penting di dua laga kandang tersisa musim ini.

Rekor Menang dan Dampaknya terhadap Pencarian Jalan Keluar Zona Merah

Sejak awal musim 2025/2026, Persis Solo berjuang keras di papan tengah klasemen. Meskipun harus menelan sanksi bermain tanpa penonton pada pekan ke-24 karena insiden kericuhan, Laskar Sambernyawa tetap menunjukkan ketangguhan di lapangan. Pada dua pertemuan melawan Persija Jakarta, Persis Solo berhasil meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, menghasilkan persentase kemenangan 50 persen yang belum pernah tercapai sebelumnya.

Baca juga:

Keberhasilan ini bukan sekadar angka; ia menjadi titik balik psikologis bagi skuad yang selama ini berjuang menghindari degradasi. Dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan dalam enam pertandingan kandang terakhir, Persis Solo kini menempati posisi yang cukup aman untuk melanjutkan perjuangan hingga akhir musim.

Dukungan Fans Kembali Menggelora di Stadion Manahan

Setelah dua laga tanpa suporter, Persis Solo akhirnya dapat menyambut kembali pendukungnya di Stadion Manahan, Solo. Menurut Seslija, atmosfer yang tercipta saat 8.000 penonton hadir di tribun terasa setara dengan 25.000 suporter, menambah energi bagi para pemain. “Suporter kami menjadi pemain ke-12 di lapangan. Mereka memberi semangat yang tak ternilai,” ungkap milenial berusia 61 tahun itu.

Kehadiran fans tidak hanya meningkatkan moral tim, tetapi juga memberikan dorongan taktis. Seslija menilai bahwa tekanan dari suporter dapat memaksa lawan bermain lebih berhati-hati, memberi ruang bagi Laskar Sambernyawa untuk menguasai tempo pertandingan. Dengan dua pertandingan kandang menjelang akhir musim melawan Persebaya Surabaya (pekan ke-32) dan Dewa United (pekan ke-33), peluang untuk mengumpulkan poin krusial semakin terbuka lebar.

  • Rekor kandang terakhir: 4 menang, 2 imbang, 0 kalah.
  • Jumlah penonton yang hadir: sekitar 8.000, setara dengan 25.000 suporter dalam semangat.
  • Poin yang diperlukan untuk mengamankan posisi aman: minimal 38 poin total.
  • Target poin dalam dua laga terakhir: setidaknya 4 poin.

Selain dukungan suporter, strategi pelatih juga mengalami penyesuaian. Seslija menekankan pentingnya konsistensi dalam lini tengah, mempercayakan Andrei Alba sebagai penggerak utama serangan. Pada laga sebelumnya melawan Bhayangkara FC, Alba mencetak gol penentu kemenangan 2-1, menegaskan peran vitalnya dalam skema taktik tim.

Baca juga:

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Persija Jakarta, yang menjadi salah satu pesaing terkuat di klasemen, terus memperkuat skuadnya menjelang sisa musim. Meskipun Persis Solo belum bertemu lagi dengan Persija dalam fase akhir, catatan 50 persen kemenangan menjadi modal mental bagi tim untuk menghadapi lawan-lawan kuat lainnya.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Persebaya, Seslija menegaskan bahwa “kami tidak akan menyerah sampai menit terakhir”. Ia menambahkan bahwa meskipun persaingan di puncak klasemen semakin ketat, peluang bagi Persis Solo untuk tetap berada di Liga 1 masih terbuka lebar, asalkan mereka memanfaatkan keunggulan kandang dan dukungan suporter secara maksimal.

Berbagai analis sepakbola menilai bahwa performa Persis Solo di kandang dapat menjadi faktor penentu dalam perebutan tiga posisi terakhir yang berisiko turun. Statistik BRI Super League menunjukkan bahwa tim yang mengumpulkan lebih dari 60 persen poin di kandang memiliki peluang 70 persen untuk bertahan di Liga 1 pada akhir musim.

Dengan demikian, dua pertandingan terakhir menjadi krusial tidak hanya bagi Persis Solo, tetapi juga bagi seluruh ekosistem liga. Jika Laskar Sambernyawa berhasil mengamankan setidaknya satu kemenangan dan satu hasil imbang, mereka akan menutup musim dengan selisih poin yang cukup aman dari zona degradasi.

Baca juga:

Para pemain pun menunjukkan semangat tinggi dalam sesi latihan intensif di Stadion Manahan. Milomir Seslija menilai bahwa kebugaran fisik dan mental tim berada pada puncaknya, siap menghadapi tekanan pertandingan yang akan datang. “Kami telah menyiapkan taktik yang fleksibel, baik untuk menyerang maupun bertahan. Yang penting, kami tetap fokus pada tujuan akhir,” ujar pelatih.

Sejarah pertemuan antara Persis Solo dan Persija Jakarta memang belum terlalu panjang, namun catatan 50 persen kemenangan kini menjadi motivasi tambahan bagi Laskar Sambernyawa. Dengan dukungan fanbase yang kembali bersatu, serta taktik yang matang dari sang pelatih, optimisme tinggi mengiringi Persis Solo menjelang dua laga terakhir yang menentukan nasib mereka di Liga 1.

Jika semua rencana berjalan lancar, Persis Solo tidak hanya akan mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi, tetapi juga menorehkan catatan baru dalam sejarah klub, menjadikan musim 2025/2026 sebagai salah satu musim paling berkesan dalam dekade terakhir.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *