Beranda / Politik / Menkop Ferry Juliantono Dorong Pembentukan Koperasi Pesantren Bersama Habib Rizieq Shihab

Menkop Ferry Juliantono Dorong Pembentukan Koperasi Pesantren Bersama Habib Rizieq Shihab

Menkop Ferry Juliantono Dorong Pembentukan Koperasi Pesantren Bersama Habib Rizieq Shihab

Lensox – 08 Mei 2026 | Jakarta, 7 Mei 2026 – Menteri Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ferry Juliantono melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Alam Agrikultural di Mega Mendung, Bogor, untuk membahas rencana pembentukan koperasi pesantren. Pertemuan ini dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh pesantren, Habib Rizieq Shihab, serta sejumlah tokoh ulama, asatidz, dan perwakilan organisasi Islam seperti Front Pembela Islam (FPI). Kedua pihak menegaskan pentingnya koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan yang dapat menanggulangi dominasi oligarki dalam pasar nasional.

Rapat Strategis di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Bogor

Pertemuan berlangsung di aula utama pesantren, di mana Menkop menjelaskan visi pemerintah untuk mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Ia menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini melibatkan lebih dari 83.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Menurut Ferry, koperasi pesantren dapat menjadi contoh nyata penerapan prinsip ekonomi syariah yang berlandaskan nilai persaudaraan, sebagaimana yang pernah diterapkan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Baca juga:
  • Penguatan ekonomi umat melalui produksi mandiri (sabun, kecap, saus, dll).
  • Pembiayaan syariah lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
  • Integrasi jaringan koperasi desa untuk pemasaran produk pesantren.
  • Dukungan regulasi dan fasilitasi dari Kementerian Koperasi.

Habib Rizieq menambahkan bahwa sejarah Islam telah menunjukkan keberhasilan sistem koperasi dalam memutus ketergantungan pada pasar yang dikuasai elit. Ia mengutip contoh awal pendirian koperasi pada masa Hijrah, yang menekankan pembagian hasil secara adil dan saling menolong antar Muhajirin dan Ansar.

Visi Koperasi Pesantren: Memerangi Hegemoni Oligarki

Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa selama beberapa dekade terakhir, perekonomian Indonesia semakin didominasi oleh korporasi besar yang menciptakan kesenjangan sosial. “Presiden Prabowo Subianto menginginkan koperasi kembali menjadi tiang utama perekonomian, sebagaimana cita‑cita para pendiri bangsa,” ujar Ferry. Ia menekankan bahwa koperasi pesantren dapat menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, memanfaatkan tenaga kerja lokal, serta menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran.

Habib Rizieq Shihab memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Ia menilai koperasi pesantren bukan sekadar unit ekonomi, melainkan wahana dakwah yang memperkuat solidaritas umat. “Koperasi adalah bentuk nyata persaudaraan yang diajarkan Rasulullah. Bila diterapkan di pesantren, ia akan menumbuhkan jiwa kemandirian sekaligus menolak hegemoni oligarki,” ujarnya.

Baca juga:

Ferry Juliantono juga menyoroti contoh sukses koperasi pesantren lain, seperti Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat, yang kini memiliki pabrik, pusat grosir, dan sistem pembiayaan syariah yang signifikan. Ia mengajak pesantren lain untuk mengikuti jejak tersebut, memproduksi kebutuhan harian secara mandiri, dan memasarkan hasilnya melalui jaringan koperasi desa yang sedang dibangun.

Selain itu, Menkop menyampaikan bahwa pemerintah akan menyediakan dana hibah awal dan pelatihan manajerial bagi koperasi pesantren. Dukungan tersebut mencakup bantuan teknis dalam pengelolaan keuangan, pemasaran digital, dan sertifikasi produk halal. Harapannya, dalam tiga tahun ke depan, lebih dari 500 pesantren di Jawa Barat dapat memiliki koperasi yang beroperasi secara mandiri.

FPI yang dipimpin oleh Habib Rizieq juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan koperasi pesantren. Organisasi tersebut berjanji akan mengirimkan relawan, menyediakan jaringan distribusi, serta membantu dalam proses perizinan di tingkat daerah.

Baca juga:

Pertemuan tersebut menutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Pondok Pesantren Alam Agrikultural. Nota tersebut mencakup komitmen bersama untuk mengimplementasikan model koperasi pesantren, memonitor progres secara berkala, serta melaporkan hasil kepada publik melalui portal transparansi pemerintah.

Dengan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi masyarakat, koperasi pesantren diharapkan menjadi katalisator perubahan ekonomi yang berpihak pada rakyat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kerangka ekonomi syariah.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *