Lensox – 22 April 2026 | Honda kembali menegaskan komitmennya pada pasar motor bebek dengan meluncurkan motor kopling Honda terbaru yang menjanjikan efisiensi hingga 60 km per liter bensin dan dibanderol dengan harga Rp 40 juta. Kombinasi antara teknologi terkini, desain sporti, dan kenyamanan berkendara manual menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan performa tanpa mengorbankan keiritan bahan bakar.
Spesifikasi Utama dan Keunggulan Efisiensi
Motor baru ini dilengkapi mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang dipadukan dengan transmisi enam percepatan, mirip dengan yang diusung oleh Honda Supra GTR 150. Meski berukuran kecil, mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 12,0 kW (16,3 PS) pada 9.000 rpm, cukup untuk menyalip di jalan perkotaan. Yang paling menonjol adalah angka konsumsi bahan bakar yang mencapai 60 km per liter, menjadikannya salah satu motor bebek paling irit di kelasnya.
- Kapasiitas mesin: 150 cc DOHC
- Transmisi: 6 percepatan manual
- Konsumsi bahan bakar: 60 km/l
- Harga jual: Rp 40.000.000
- Fitur tambahan: LED full‑set, panel meter digital, hill‑hold control
Desain Sporty dan Teknologi Pendukung
Desain eksterior mengadopsi garis bodi yang meruncing dan striping modern, memberikan kesan agresif tanpa meninggalkan identitas bebek klasik. Lampu depan dan belakang menggunakan teknologi LED, sehingga pencahayaan malam hari lebih terang dan hemat energi. Pada bagian kokpit, panel meter digital menampilkan informasi kecepatan, rpm, jam, serta trip meter secara real‑time, memudahkan pengendara memantau kondisi kendaraan.
Berbeda dengan motor listrik konversi Honda C700 yang menggunakan motor 1 kW dan baterai 2 kWh untuk menempuh jarak 50‑60 km, motor kopling Honda terbaru tetap mengandalkan mesin bensin tradisional. Namun, pengalaman mengoper gigi tetap terasa kuat berkat tuas kopling di tangan kiri, memberikan sensasi “engine brake” yang familiar ketika menurunkan gigi. Bagi pengendara yang menginginkan kombinasi antara rasa klasik dan teknologi modern, motor ini menjadi pilihan yang tepat.
Selain performa mesin, Honda menambahkan fitur hill‑hold control dan regenerative braking pada sistem elektronik, meski teknologi tersebut lebih dikenal pada kendaraan listrik. Fitur ini meningkatkan kenyamanan saat start dari tanjakan dan membantu menghemat bahan bakar dengan mengoptimalkan penggunaan tenaga mesin.
Kepraktisan juga menjadi sorotan. Seperti konversi C700 yang dapat selesai dalam dua jam, proses perakitan motor baru ini dirancang agar proses produksi dan distribusi cepat, sehingga dealer dapat menyiapkan unit siap jual dalam waktu singkat. Hal ini penting mengingat permintaan konsumen yang tinggi terhadap motor bebek berkopling di pasar domestik.
Dengan harga Rp 40 juta, motor ini berada di segmen menengah‑atas, bersaing langsung dengan skuter matik berkapasitas serupa. Namun, keunggulan utama tetap pada pengalaman mengoper gigi manual, efisiensi bahan bakar yang luar biasa, serta desain yang lebih sporti dibandingkan pesaing matik.
Secara keseluruhan, peluncuran motor kopling Honda terbaru menunjukkan bahwa produsen masih percaya pada nilai estetika dan sensasi mengendarai motor manual, sambil mengintegrasikan teknologi yang meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Bagi konsumen yang mengutamakan keiritan, performa, dan harga yang kompetitif, pilihan ini layak dipertimbangkan.









